Kompas.com - 18/02/2019, 11:24 WIB
Aparat Kepolisian di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan menggelar rilis terkait penangkapan sindikat spesialis pencurian puluhan unit telepon seluler senilai ratusan juta rupiah. Senin, (18/2/2019). KOMPAS.com/ABDUL HAQAparat Kepolisian di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan menggelar rilis terkait penangkapan sindikat spesialis pencurian puluhan unit telepon seluler senilai ratusan juta rupiah. Senin, (18/2/2019).

TAKALAR, KOMPAS. com - Kepolisian menangkap tiga pelaku resdivis pencurian ponsel berinisial S (18), BT (37), dan BH (27), di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Senin (18/2/2019).

Kapolres Takalar AKBP Gany Alamsyah Hatta mengatakan, para pelaku biasa mengincar konter ponsel sebagai sasarannya.

"Pelaku masuk dengan cara memanjat tembok dan merusak ventilasi atap menggunakan linggis dan menguras seluruh telepon seluler yang ada dalam toko" kata Gany saat pengungkapan kasus di Mapolres Takalar, Senin.

Baca juga: Pura-pura Pesan Susu, Wanita Ini Kepergok Curi 12 Slop Rokok

Gany mengatakan, penangkapam ketiga pelaku berawal saat kepolisian mendapatkan laporan terjadi pencurian di salah satu konter ponsel di di Jalur Trans Sulawesi, Kelurahan Pattalassang, Kabupaten Takalar, Kamis (14/2/2019).

Para pelaku melarikan 82 unit ponsel berbagai merek.

Mendapat laporan itu, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap S dan pelaku lainnya, BT dan BH yang merupakan kakak beradik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam menjalankan aksinya, S mengaku membobol toko dengan cara memanjat pagar rumah dan masuk ke dalam toko melalui ventilasi atap. Hasil curiannya kemudian diangkut menggunakan minibus dan dijual melalui BT dan BH.

Dari tangan para pelaku, petugas mengamankan 33 unit telepon seluler hasil curian serta satu unit minibus yang digunakan pelaku saat beraksi.

Baca juga: Seorang Pria Curi Uang Rp 25 Juta untuk Beli Jaket dan Sandal Bermerek

Pelaku lainnya berinisial T yang merupakan kakak kandung S masih dalam pengejaran.

Pelaku S diancam Pasal 363 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. Sementara BT dan BH diganjar pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara.

"Kami mengimbau kepada saudara T agar segera menyerahkan diri sebab identitasnya telah kami ketahui" kata Kasat Reskrim Polres Takalar AKP Muhammad Warpah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X