Banjir Rendam Sumur, Warga Prabumulih Terpaksa Beli Air Isi Ulang

Kompas.com - 16/02/2019, 16:59 WIB
Nazarudin menunjukkan sumur yang ada di halaman rumahnya yang terendam banjir.  Akibat banjir Nazarudin dan keluarga kesulitan air bersih dan harus membeli air isi ulang dengan aharga Rp 6000 pergalon KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIANazarudin menunjukkan sumur yang ada di halaman rumahnya yang terendam banjir. Akibat banjir Nazarudin dan keluarga kesulitan air bersih dan harus membeli air isi ulang dengan aharga Rp 6000 pergalon

PRABUMULIH, KOMPAS.com - Banjir yang merendam sebagian besar wilayah Kelurahan Payu Putat, Kecamatan Prabumulih Barat, Prabumulih, Sumatera Selatan mengakibatkan sumur di rumah-rumah warga terendam.

Kondisi ini membuat warga kesulitan mendapat air bersih untuk keperluan memasak dan air minum.

Untuk mengatasinya, warga terpaksa membeli air bersih isi ulang dengan harga Rp 6.000 per galon.

Hal itu diakui warga cukup memberatkan di saat kondisi perekonomian seperti saat ini.

Baca juga: Banjir Putus Akses Jalan di Prabumulih, Warga Andalkan Ojek Perahu

Salah satu sumur yang terendam banjir adalah milik Nazarudin (50). Permukaan air banjir yang merendam sumur miliknya sudah mendekati bibir sumur yang terbuat dari beton.

Kondisi ini, jelas Nazarudin, membuat mereka tidak lagi menggunakan air sumur itu untuk keperluan memasak dan air minum sebab kondisi air sudah keruh dan kotor.

“Dalam sehari, kami menghabiskan satu galon untuk keperluan memasak dan air minum, sedangkan untuk mandi dan mencuci pakaian masih menggunakan air sumur,” katanya. 

Nazarudin berharap ada perhatian dari pemerintah untuk mengatasi kesulitan air bersih yang terjadi tiap tahun, terutama pada musim hujan seperti saat ini.

Solusi yang diajukan Nazarudin adalah diberi bantuan sumur bor di setiap rumah.

"Kalau bisa, di setiap rumah dibuatkan sumur bor supaya kami tidak kesulitan air bersih lagi,” katanya. 

Baca juga: Warga Berharap Pembangunan Waduk Kampung Rambutan Efektif Cegah Banjir

Sebelumnya, Lurah Kelurahan Payu Putat Edi Suanto mengatakan, banjir yang merendam wilayahnya masih terhitung banjir awal.

Jika hujan terus turun dan limpahan air dari hulu masuk ke Sungai Lematang yang melintasi desanya, maka kemungkinan besar permukaan banjir akan meningkat lagi.

Sementara itu dari pantauan di lokasi, banjir nampak belum surut. Bahkan menurut warga terjadi sedikit kenaikan pada permukaan air akibat hujan yang turun sejak kemarin sore hingga malam. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X