Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Banjir Putus Akses Jalan di Prabumulih, Warga Andalkan Ojek Perahu

Kompas.com - 16/02/2019, 15:12 WIB
Amriza Nursatria,
Kontributor Amerika Serikat, Andri Donnal Putera

Tim Redaksi

PRABUMULIH, KOMPAS.com - Banjir yang merendam Kelurahan Payu Putat, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan sejak minggu lalu menyebabkan ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kota Prabumulih dan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) putus.

Pengendara, baik roda empat maupun roda dua tidak bisa melintas karena banjir yang cukup dalam hingga mencapai 1 meter di beberapa titik.

Untuk sampai ke sisi satunya pengendara sepeda motor harus menggunakan jasa ojek perahu dengan membayar Rp 10.000.

Sedangkan kendaraan roda empat banyak yang memutar balik karena tak berani melalui jalan yang terendam banjir.

Baca juga: Banjir Rendam Ratusan Rumah di Prabumulih

Pantauan di lokasi pada Sabtu (16/2/2019), terlihat sebuah perahu sedang bergerak mengantarkan dua buah sepeda motor beserta pemiliknya menyeberang jalan yang terendam banjir.

Setelah sampai, perahu itu lalu diisi sepeda motor yang ada di sisi tersebut untuk selanjutnya diseberangkan ke sisi satunya lagi.

Tiga orang warga yang menyediakan jasa mengangkat sepeda motor itu ke darat lalu menerima uang Rp 10.000 sebagai balas jasa.

Warno, seorang warga pengguna jasa ojek perahu mengatakan, banjir yang memutus jalan tersebut membuat aktivitas mereka terganggu, terutama untuk pergi bekerja atau ke kebun.

Warno harus mengeluarkan uang Rp 10.000 sekali melintas menggunakan perahu dan itu dinilai cukup memberatkan.

Warno berharap pemerintah segera membuat jembatan permanen di jalan tersebut agar transportasi tidak terhambat lagi, terutama saat banjir.

Baca juga: Sungai Lariang Meluap, Akses Jalan Desa dan Kecamatan di Mateng Putus Diterjang Banjir

“Saya sudah beberapa hari ini terpaksa menggunakan perahu saat melintas, setiap kali menggunakan perahu saya harus membayar Rp 10.000. Bayangkan kalau sehari dua atau tiga kali, saya berharap pihak pemerintah segera membangunkan jembatan permanen untuk mengatasi persoalan ini,” katanya. 

Sementara warga lain, Rahmad mengatakan, kebunnya ada di sisi sebelah jalan yang banjir.

Ia bersama istrinya mau tak mau harus melintasi banjir, meksipun harus membayar Rp 10.000.

“Kebun kami ada di sana, jadi mau tak mau harus melewati banjir meskipun dengan perahu dan harus membayar Rp 10.000, kalau tidak kami kami tak punya penghasilan” katanya. 

Banjir yang melanda Kelurahan Payu Putat Prabumulih sendiri dapat dikatakan banjir musiman.

Hampir setiap tahun wilayah itu terendam banjir, terutama saat memasuki musim hujan seperti saat ini. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com