WNA Asal Mesir yang Jadi Pengemis di Riau Dideportasi

Kompas.com - 15/02/2019, 20:00 WIB
Kepala Rudenim Pekanbaru, Junior Sigalingging (kemeja batik) mendampingi jajarannya saat mendeportasi seorang WNA asal Mesir bernama Tarek Ashour Mostafa Abdelaty, Jumat (15/2/2019). KOMPAS.com/IDON TANJUNGKepala Rudenim Pekanbaru, Junior Sigalingging (kemeja batik) mendampingi jajarannya saat mendeportasi seorang WNA asal Mesir bernama Tarek Ashour Mostafa Abdelaty, Jumat (15/2/2019).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru, Riau, mendeportasi seorang warga negara asing ( WNA) asal Mesir bernama Tarek Ashour Mostafa Abdelaty (48), Jumat (15/2/2019). Tarek sempat mengemis karena sudah kehabisan uang.

"Tadi pagi sudah kita berangkatkan ke Bandara Soekarno-Hatta menggunakan pesawat Garuda Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru pukul 08.00 WIB," kata Kepala Rudenim Pekanbaru Junior Sigalingging saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Jumat.

Dia mengatakan, WNA tersebut merupakan penyerahan dari kantor imigrasi Dumai pada bulan Desember 2018 lalu. Sebelumnya Tarek berangkat dari Malaysia menuju Dumai melalui jalur laut.

"Bulan November dia di Malaysia ditolak, karena dari pasportnya kita lihat dia sudah beberapa kali di Malaysia. Kemudian menyeberang ke Indonesia melalui Dumai," sebut Junior.

Baca juga: 5 Turis India yang Mengemis di Nunukan Dideportasi dan Dicekal Masuk Indonesia

Selama berada di Dumai, lanjut dia, petugas imigrasi mendapat informasi adanya seorang WNA yang menjadi pengemis.

"Dia ini memang terluntang lantunglah, tidak jelas. Jadi ada informasi minta-minta uang atau jadi pengemis, karena dia sudah tidak punya apa-apa, hanya pakaian di badan saja," kata Junior.

Oleh karena itu, Junior menyurati dan berkoordinasi dengan Kedutaan Mesir pada bulan Desember lalu.

"Kita dapat jawaban dari Kedutaan Mesir sekitar seminggu yang lalu. Kemudian difasilitasilah pembelian tiketnya," ungkap Junior.

Baca juga: Kisah Penyandang Disabilitas, Mengemis untuk Nikah dan Modal Usaha

Dia mengatakan, Tarek akan berangkat dari Jakarta ke Jeddah, kemudian ke Kairo. Deportasi dikawal oleh petugas imigrasi.

"Jadwal berangkatnya besok pagi, Sabtu (15/2/2019). Jadi yang bersangkutan itu satu malam ini di ruang detensi imigrasi yang ada di bandara Soekarno Hatta.

Nantinya dia menggunakan pesawat Saudi Arabian dari Jakarta ke Jeddah," tutup Junior.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembubaran Upacara Piodalan, Bupati Bantul: Semua Agama Statusnya Sama, Tidak Ada Beda-beda

Pembubaran Upacara Piodalan, Bupati Bantul: Semua Agama Statusnya Sama, Tidak Ada Beda-beda

Regional
Kronologi Korupsi Monumen Bahasa Pulau Penyengat Senilai Rp 2,2 M

Kronologi Korupsi Monumen Bahasa Pulau Penyengat Senilai Rp 2,2 M

Regional
Lokasi Pemusnahan Bom di Hamparan Perak Dikerumuni Warga

Lokasi Pemusnahan Bom di Hamparan Perak Dikerumuni Warga

Regional
Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Regional
Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Regional
Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Regional
Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Regional
Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

Regional
Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Regional
Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Regional
5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

Regional
Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Regional
Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X