Ganjar: Saya Itu Kalau Ada Bawaslu Risih, Tapi Nanti Saya Ajak

Kompas.com - 15/02/2019, 19:46 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akhirnya memenuhi panggilan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait deklarasi mendukung Jokowi-Maruf di Solo, Januari 2019 lalu, Jumat (15/2/2019) KOMPAS.com/NAZAR NURDINGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akhirnya memenuhi panggilan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait deklarasi mendukung Jokowi-Maruf di Solo, Januari 2019 lalu, Jumat (15/2/2019)

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan pihaknya akan tetap menggalang dukungan bersama kepala daerah dari partai koalisi pendukung Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin sebelum gelaran pemilihan presiden (pilpres) pada April mendatang.

Rencana penggalangan dukungan itu diungkapkan setelah Ganjar diperiksa oleh Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Jawa Tengah di Jalan Papandayan, Semarang, Jumat (15/2/2019) siang.

"Tadi ada pertanyaan menarik, setelah ini masih ada rencana lagi? Saya jawab iya. Saya mau ketemu lagi dengan kelompok ini (31 kepala daerah)," ujar Ganjar, Jumat.

Baca juga: Pakai Pakaian Adat Jawa, Ganjar Pranowo Penuhi Panggilan Bawaslu

Namun, Ganjar juga tidak mau dipermasalahkan untuk kedua kalinya. Sebelum menggelar peresmian, Ganjar akan berkomunikasi terlebih dahulu dengan pihak pengawas untuk ikut serta dalam kegiatan.

"Kayaknya saya nanti telepon dengan Bawaslu. Saya itu kalau ada Bawaslu risih, tapi nanti saya ajak, tapi tidak masuk ke ruangan. Jadi izin secara baik-baik," ujarnya.

Ganjar datang ke Bawaslu terkait kegiatan deklarasi mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf di Alila Solo, Januari 2019.

Baca juga: Bawaslu akan Cecar Ganjar Pranowo dengan 30 Pertanyaan soal Deklarasi Dukung Jokowi

Ia diperiksa selama 1,5 jam, dengan menjawab 20 pertanyaan. Pemeriksaan terhadap Ganjar adalah yang terakhir, setelah 31 kepala daerah yang lain selesai diperiksa.

Setelah pemeriksaan selesai, hasil pemeriksaan akan dikumpulkan untuk dilakukan sidang pleno.  Menurut Ketua Bawaslu Jateng Fajar Saka, batas waktu pleno hasil pemeriksaan adalah tanggal 21 Februari.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X