Berhenti Jadi Pegawai Kantoran, Alan Memilih Membangun Desanya dengan Lidah Buaya

Kompas.com - 15/02/2019, 17:17 WIB
Alan Efendhi (31) Warga Dusun Jeruk Legi, Desa Katongan, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul, Mencoba KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Alan Efendhi (31) Warga Dusun Jeruk Legi, Desa Katongan, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul, Mencoba

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki Dusun Jeruk Legi, Desa Katongan, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, tampak ratusan lidah buaya yang ditanam di pekarangan rumah warga.

Tanaman ini tumbuh subur di desa itu bermula inisiatif warganya, Alan Efendhi, yang membeli bibit jenis Aloe Chinensis Baker dari Sidoarjo, Jawa Timur pada 2014 lalu.

Saat itu Alan masih bekerja di sebuah perusahaan di Jakarta.

"Waktu itu saya melihat dari internet tentang budidaya lidah buaya. Saya melihat Pontianak yang daerahnya tidak jauh berbeda dari sini (Gunungkidul) bisa tumbuh dengan baik kenapa tidak dicoba," katanya saat ditemui di kediamannya, Jumat (15/2/2019).


"Awalnya sempat berpikir beli dari Pontianak, tetapi lidah buaya kan mudah busuk. Ternyata di Sidoarjo ada, lalu saya membeli dari sana 500 batang, dipaketkan naik kereta api. Sampai di sini tinggal 350an batang yang masih hidup," lanjut Alan.

Baca juga: Jus Lidah Buaya Lancarkan Pencernaan

Alan mengatakan, saat itu lahan di sekitar rumahnya masih ditanami kacang tanah. Ibu Alan, Sumarni sempat bingung karena kedatangan ratusan batang bibit lidah buaya.

Namun. Sumarni tetap yakin tumbuhan tersebut bisa tumbuh di desa itu. 350an batang lidah buaya kemudian ditanam. Namun, hanya 150an batang saja yang bisa tumbuh dengan baik. 

Dengan sisa tumbuhan yang ada, Sumarni lalu memaksimalkan tumbuhan tersebut sampai akhirnya tumbuh dengan baik.

"Waktu pulang saya mengajak ibu-ibu di sini menanam, tetapi belum mau. (mereka) Ingin melihat dulu hasilnya. Setelah berhasil cukup baik, lalu mereka mau menanam," ujar Alan.

Alan mengatakan, dia membagikan 50 batang lidah buaya masing-masing untuk 100 warga desa. Saat ini, lidah buaya sudah berkembang menjadi puluhan ribu batang di dusun dan desa sekitar.

Alan mengatakan, dirinya lalu belajar membuat olahan dari tumbuhan lidah buaya. Dengan kegigihan yang dimiliki meski tak memiliki kemampuan bertani karena dirinya lulusan jurusan sistem informasi di salah satu universitas di Jakarta.

Namun, dengan pengetahuan yang diperoleh dari internet, Alan memberanikan diri membuat produk minuman dan makanan yang berbahan dasar lidah buaya selama dua tahun terakhir.

Saat ini, dia berhasil membuat produk olahan nata de aloevera dan kripik dari lidah buaya.
Alat melibatkan warga sekitar untuk memproduksi makanan dan minuman tersebut.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X