Kisah Rizky, Sering Dihina karena Difabel, Balas dengan Ciptakan Lagu

Kompas.com - 15/02/2019, 13:33 WIB
Rizki saat sedang membuat sketsa di rumahnya di Kelurahan Lateng Kecamatan Banyuwangi KOMPAS.com/IRA RACHMAWATIRizki saat sedang membuat sketsa di rumahnya di Kelurahan Lateng Kecamatan Banyuwangi


"Pengambilan gambarnya memang agak lama, tapi proses produksi sekitar satu bulan. Memang nggak mau keburu biar hasilnya maksimal. Di situ saya nge-rap dan ini pengalaman baru buat nyanyi," jelasnya. Video klip tersebut di unggah di akun Youtube RISSKEI' milik Rizki.

"Kami ingin melawan diskriminasi dan menunjukkan walaupun kami difabel tapi kami bisa berkarya seperti teman-teman lainnya," ungkapnya.


Berikut lirik lagu "Balaslah dengan Karya"

Satu kata yang ada di dalam jiwa, selalu menangis menangis dan selalu menangis

Karena ejekanmu yang bikin hatiku piluh, karena tiap hari kau kan selalu menghinaku

Di malam yang dingin ini aku selalu sendirian, menatapi bintang bercahaya bersama bulan

Suatu hari nanti aku kan punya impian, tuk menggapai cita-cita bersama kebahagian

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Kau selalu menghinaku, kata teman-temanku meski kau tahu walau ragaku gak utuh

aku terdiam bukan karena aku takut

Tapi sebenarnya aku bukan seorang pengecut

Kau jelekin aku, dan kau sindir aku, kau pojokin aku dan kau membenciku

Apa salahku


Ini yang ku bisa hanyalah berkarya, semua cemooh darimu menyiksa diriku

Ini yang kubisa hanyalah berkarya, semuah cemooh darimu bikin sakit hatiku


Suatu saat nanti aku akan menjawabnya, dengan cara apapun aku pasti bisa

Ingatlah manusia tak ada yang sempurna, karena hidup itu berawal dari tinta pena

Coba resapi dan kucoba hadapi, semua cobaan yang telah terjadi


Aku ambil hikmahnya dan terus berkarya, tuk hidup melawan kerasnya dunia

Aku selalu dianggap sebelah mata, mencari kerja itu memang susah

Maka jangan buang waktumu sia-sia,agar hidupmu baik selamanya


Meskipun kopi ini terasa pahit dan hati ini mulai terasa sakit

Aku akan tetap meraih mimpiku yang sebenarnya hanyalah untukmu

Ini yang ku bisa hanyalah berkarya 

Hobi menggambar

Rizki bukan hanya piawai membuat lirik lagu, namun dia juga pandai menggambar.

Kepada Kompas.com, dia bercerita jika saat masih belum sekolah sering kali mencoret-coret dinding dengan pensil warna.

Ketika itu, Nurjannah, ibu kandungnya langsung memasukkan Rizki ke sekolah dasar karena dirasa mampu menulis walaupun jarinya tidak tumbuh sempurna.

Saat memegang pensil, Rizki mengatupkan kedua telapak tangannya, termasuk saat menggambar atau membuat sketsa.

Saat SMA, hobi menggambar Rizki mulai menghasilkan uang karena banyak rekan-rekannya yang meminta untuk dibuatkan sketsa wajah.

"Saat itu dibayar 15 ribu per gambar atau kadang dikasih uang pulsa. Sudah senang banget buat sangu sekolah," ceritanya.

Baca juga: Tolak Atlet Israel, Malaysia Dicoret Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Renang Difabel

Ia mengaku, ibunya sempat melarangnya menggambar karena dianggap membuang-buang waktu dan tidak menghasilkan uang.

Namun, Rizki berjanji di usia 20 tahun dia harus bisa menghasilkan uang sendiri dari hobinya menggambar.

Dari mulut ke mulut, akhirnya semakin banyak yang meminta dia membuat sketsa wajah dan mural di dinding rumah atau gang kampung serta menghiasi beberapa halaman dinas di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

Untuk membuat mural-mural tersebut itu, dia dibayar secara profesional. Rata-rata mural yang dibuat bertemakan tentang tradisi, dan budaya lokal masyarakat Banyuwangi.

"Alhamdulilah bisa menabung dan beli kamera untuk buat video-video pendek. Saya mengeditnya sendiri, kebetulan saya suka mencoba sesuatu yang baru. Kalau video kan butuh kuota besar, biasanya saya upload-nya di kelurahan, kan ada akses wifi gratis di sana," jelasnya sambil tersenyum.

Saat ini, Rizki mengaku sedang menggarap proyek pembuatan film indie dengan rekan-rekannya dan dia berharap apa yang dia lakukan menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya sesama difabel, bahwa mereka bisa berkarya seperti orang lainnya.

"Seperti lirik di lagu yang saya tulis. Aku selalu dianggap sebelah mata, mencari kerja itu memang susah, maka jangan buang waktumu sia-sia, agar hidupmu baik selamanya. Balaslah cemoohan dengan karya," ujar pemilik akun Instagram riss_kei tersebut. 



Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.