Ganjar: Deklarasi Dukungan Jokowi-Ma'ruf Tidak Pakai Fasilitas Negara

Kompas.com - 14/02/2019, 18:58 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam acara ramah tamah bersama wartawan di Manahan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (14/2/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam acara ramah tamah bersama wartawan di Manahan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (14/2/2019).

SOLO, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan deklarasi dukungan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin di Hotel Alila Solo, Jawa Tengah, Januari 2019 lalu sama sekali tidak menggunakan fasilitas negara.

Menurutnya deklarasi yang dihadiri oleh 31 kepala daerah kabupaten/kota dari partai koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin murni menggunakan biaya sendiri.

"Tidak ada fasilitas negara yang saya gunakan. Saya menggunakan mobil pribadi," kata Ganjar dalam acara ramah tamah bersama wartawan di Manahan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (14/2/2019).

Ganjar mengakui dalam acara yang berlangsung tertutup tersebut ada deklarasi dukungan terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden Jokowi-Ma'ruf Amin.

Baca juga: Bawaslu Jateng: 31 Kepala Daerah yang Deklarasi Dukung Jokowi Sudah Diperiksa, Tinggal Ganjar Pranowo

"Kelirunya dimana. Saya memang deklarasi, saya memang pendukung Jokowi, keliru saya dimana. Deklarasi itu kita lakukan pada hari libur," kata Ganjar.

Pasca-deklarasi itu sejumlah kepala daerah, baik wali kota maupun bupati dipanggil Bawaslu untuk dimintai klarifikasi terkait apakah menggunakan fasilitas negara atau tidak. Bagi yang belum dipanggilan, Ganjar pun menyarankan kepada Bawaslu agar memanggilnya.

"Silakan (Bawaslu) mengundang kepala daerah yang belum diperiksa. Masak yang lain diundang (diperiksa) di sana tidak," kata dia.

Ganjar menyampaikan kalau dirinya yang mengundang kepala daerah untuk hadir dalam deklarasi dukungan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Baca juga: Ganjar Pranowo: Saya Pasti Mendukung Jokowi, Lalu di Mana Letak Kekeliruannya?

"Mereka yang mengundang saya lewat WA (WhatsApp). Semua yang hadir itu pendukung Jokowi. Makanya Sragen tidak kita undang karena saya tahu diri, Sragen kan diusung Gerindra sama PKS. Purworejo juga tidak kita undang karena Demokrat. Salatiga tidak, Tegal Kota, Kendal juga tidak karena kita tahu diri," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 31 kepala daerah di Jawa Tengah yang hadir dalam deklarasi mendukung pasangan calon presiden Jokowi-Ma'ruf Amin, di Hotel Alila Solo, Januari 2019 lalu, seluruhnya dipanggil oleh Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu).

Pemanggilan terhadap 31 kepala daerah itu telah selesai dilakukan, dan tinggal menyisakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, selaku penggagas acara.

"31 kepala daerah sudah selesai semuanya, tinggal Pak Ganjar," ujar Koordinator Divisi Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Jawa Tengah, Sri Wahyu Ananingsih, saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (14/2/2019).

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Sulut Soft Launching Logo Baru di Gunung Klabat

Polda Sulut Soft Launching Logo Baru di Gunung Klabat

Regional
Kisah 43 Peserta Ekspedisi Wisata Air Terjun Terjebak di Hutan Konawe Utara

Kisah 43 Peserta Ekspedisi Wisata Air Terjun Terjebak di Hutan Konawe Utara

Regional
Kota Ambon Keluar dari Zona Merah Covid-19, Wali Kota Bilang karena Ini

Kota Ambon Keluar dari Zona Merah Covid-19, Wali Kota Bilang karena Ini

Regional
Banjir Landa Sejumlah Desa di Kampar, Listrik Dipadamkan

Banjir Landa Sejumlah Desa di Kampar, Listrik Dipadamkan

Regional
Pasien Corona Lolos di Bandara Pekanbaru, Dinkes Riau Ambil Langkah Ini

Pasien Corona Lolos di Bandara Pekanbaru, Dinkes Riau Ambil Langkah Ini

Regional
Nama Direskrimum Polda Sulsel Dicatut untuk Menipu, Pelaku Beraksi di Dalam Lapas

Nama Direskrimum Polda Sulsel Dicatut untuk Menipu, Pelaku Beraksi di Dalam Lapas

Regional
Detik-detik Suami Peluk Istri yang Hamil 7 Bulan Saat Ditodong Senjata Api oleh Begal

Detik-detik Suami Peluk Istri yang Hamil 7 Bulan Saat Ditodong Senjata Api oleh Begal

Regional
Keluarga yang Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di RSUD Mataram Tolak Pakai APD Saat Pemakaman

Keluarga yang Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di RSUD Mataram Tolak Pakai APD Saat Pemakaman

Regional
Pemuda Tantang Polisi di Arena Sabung Ayam Ternyata Anak Anggota DPRD Toraja Utara

Pemuda Tantang Polisi di Arena Sabung Ayam Ternyata Anak Anggota DPRD Toraja Utara

Regional
Anaknya Tak Lolos PPDB SMP, Orangtua Kejar dan Cegat Mobil Kadisdik

Anaknya Tak Lolos PPDB SMP, Orangtua Kejar dan Cegat Mobil Kadisdik

Regional
Orangutan Juga Harus Dites Covid-19, Contohnya Maria...

Orangutan Juga Harus Dites Covid-19, Contohnya Maria...

Regional
68 Santri Pondok Gontor Rapid Test, Tiga Reaktif

68 Santri Pondok Gontor Rapid Test, Tiga Reaktif

Regional
Dikeroyok Koalisi Besar di Pilkada Surabaya, PDI-P Tetap Target Menang

Dikeroyok Koalisi Besar di Pilkada Surabaya, PDI-P Tetap Target Menang

Regional
Bupati Gresik: Tegas Bukan Hanya kepada Pemilik Warung, tapi Juga ke Aparatur Pemerintah

Bupati Gresik: Tegas Bukan Hanya kepada Pemilik Warung, tapi Juga ke Aparatur Pemerintah

Regional
ASN di NTT Diduga Hina Kapolsek di Medsos, Ini Akibatnya

ASN di NTT Diduga Hina Kapolsek di Medsos, Ini Akibatnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X