Anggaran untuk Citarum Belum Cair, Ridwan Kamil Temui Menko Luhut

Kompas.com - 14/02/2019, 18:26 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bertolak ke Jakarta untuk bertemu Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Kamis (14/2/2019).

Sebelum ke Jakarta, Ridwan Kamil mengatakan pertemuan itu akan membahas soal perkembangan program revitalisasi Sungai Citarum. Salah satunya, mengundang Luhut untuk hadir dalam acara Citarum Expo.

"Iya membahas Citarum karena kita mau ada Citarum Expo keynote speaker-nya Pak Luhut dan Ibu Menteri LHK. Saya perlu menyampaikan undangan langsung. Tanggal 19 di Kabupaten Bandung," ujar Emil, sapaan akrabnya di Gedung Pakuan, Jalan Cicendo, Kamis (14/2/2019).

Selain itu, Emil juga akan menyampaikan terkait belum cairnya anggaran untuk program perbaikan Citarum dari pemerintah pusat sekitar Rp 600 miliar.

Baca juga: Ridwan Kamil Minta Pramuka Turun Tangan Bereskan Sungai Citarum

"Iya sambil nagih dana juga. Saya belum tahu karena bukan urusan Pak Luhut sebetulnya lebih ke Kementerian Keuangan," tambah Emil.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Bambang Rianto membenarkan soal belum cairnya anggaran untuk Citarum, khususnya untuk operasional TNI.

"Belum cair, sedang berproses. Kita juga kemarin menanyakan ke Kementerian PUPR. Terutama yang dana untuk TNI ya untuk Kodam. Kita monitor terus," ujar Bambang.

Dari dana Rp 600 miliar yang dialokasikan pemerintah pusat, Rp 300 miliar digunakan untuk TNI. Sementara sisanya dipakai untuk membuat oxbow serta pembelian alat berat.

"Untuk TNI Rp 300 miliar, totalnya Rp 605 miliar. Untuk yang lainnya ada perbaikan oxbow ada, pembelian ekskavator, ada untuk alat pemusnah sampah," paparnya.

Baca juga: IPAL Wetland Biocord dan Ekoriparian Citarum Diklaim Dapat Perbaiki Kualitas Air Citarum

Belum turunnya anggaran tersebut membuat ragam kegiatan di Citarum terhambat. Ia berharap, dana tersebut bisa segera dikucurkan agar program yang sudah dirancang bisa segera dieksekusi.

"Sudah ada anggaran, ini cuma masalah teknis saja. Makanya sekarang agak kesulitan. Ini kita push terus, kita tanya ke kementerian PU untuk mempercepat. Kalau masalah infrastruktur kan masih ada waktu ya. Tapi kalau operasional kan sulit. Ya secepatnya lah," tuturnya.

Bambang menambahkan, dana operasional TNI sudah habis pertengahan Januari 2019. Meski demikian, kata Bambang, aktivitas di Citarum tetap berjalan.

"(Anggaran habis) kayaknya pertengahan Januari. Tapi kalau stop enggak, mereka jalan terus. Mungkin lebih dibatasi," jelasnya. 



Close Ads X