KILAS DAERAH

Bappeda Sulut Buka Seleksi Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat

Kompas.com - 14/02/2019, 18:15 WIB
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Sulawesi Utara buka lowongan kerja. bappeda.sulutprov.go.idBadan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Sulawesi Utara buka lowongan kerja.


KOMPAS.com
- Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) membuka seleksi penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat.

Kepala Dinas (Kadis) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sulut, Jetty Pulu mengatakan, penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat itu diperlukan untuk pelaksanaan program Integrated Participatory Development And Management Of Irrigation Project (IPDMIP) Bappeda Sulut.

"Tenaga Pendamping Masyarakat diperlukan untuk pemberdayaan organisasi P3A/GP3A/IP3A, pada daerah irigasi dalam tahun anggaran 2019," ujar Jetty Pulu dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Kamis (14/2/2019).

Untuk itu, kata Jetty, kepada masyarakat yang berminat dapat mendaftarkan diri pada Kantor Bappeda Provinsi Sulut. Pendaftaran berlangsung dari tanggal 13 - 21 Februari 2019.

Adapun persyaratan utama mengikuti seleksi penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat adalah berusia 25 – 45 tahun, pendidikan minimal D3 tetapi lulusan S1 diutamakan, dan mempunyai pengalaman dibidang Pendampingan Masyarakat.

Jetty Pulu mengatakan untuk mengetahui informasi lebih lanjut bisa mengakses ke link berikut ini 

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hakim Vonis Mati 4 Pengedar Sabu Seberat 41 Kg di Kaltim

Hakim Vonis Mati 4 Pengedar Sabu Seberat 41 Kg di Kaltim

Regional
Tak Masuk Wilayah Prioritas Penerapan New Normal, Ini Penjelasan Gubernur Bali

Tak Masuk Wilayah Prioritas Penerapan New Normal, Ini Penjelasan Gubernur Bali

Regional
Surabaya Jadi Zona Hitam, Pemkot: Setelah Itu Dikasih Warna Apa Lagi?

Surabaya Jadi Zona Hitam, Pemkot: Setelah Itu Dikasih Warna Apa Lagi?

Regional
Truk Tabrak Tronton di Tol, Sopir Tewas

Truk Tabrak Tronton di Tol, Sopir Tewas

Regional
Belum Putuskan Tahun Ajaran Baru, Surabaya Tunggu Pedoman Resmi Kemendikbud

Belum Putuskan Tahun Ajaran Baru, Surabaya Tunggu Pedoman Resmi Kemendikbud

Regional
Pemkot Banjarmasin Persiapkan 5 Fase Sebelum Terapkan 'New Normal'

Pemkot Banjarmasin Persiapkan 5 Fase Sebelum Terapkan "New Normal"

Regional
Banyak Beredar Hoaks Corona, Gubernur Maluku Imbau Warga Tak Lengah

Banyak Beredar Hoaks Corona, Gubernur Maluku Imbau Warga Tak Lengah

Regional
Rumah Rusak Tertimpa Longsor di Cianjur, Puluhan Warga Mengungsi

Rumah Rusak Tertimpa Longsor di Cianjur, Puluhan Warga Mengungsi

Regional
Bisa Lolos Razia, Ternyata Pedagang Miras Ini Punya Bunker di Bawah Kasur

Bisa Lolos Razia, Ternyata Pedagang Miras Ini Punya Bunker di Bawah Kasur

Regional
Banting Botol Bir di Pendopo Kabupaten, Anggota DPRD Tulungagung yang Ngamuk Diduga Sempat Minum Miras

Banting Botol Bir di Pendopo Kabupaten, Anggota DPRD Tulungagung yang Ngamuk Diduga Sempat Minum Miras

Regional
Bantah Dakwaan KPK, Bupati Nonaktif Sidoarjo: OTT Apa? Uangnya Dibawa Orang Lain

Bantah Dakwaan KPK, Bupati Nonaktif Sidoarjo: OTT Apa? Uangnya Dibawa Orang Lain

Regional
7 ODGJ Dinyatakan Positif Terinfeksi Covid-19 di RSJ Menur Surabaya

7 ODGJ Dinyatakan Positif Terinfeksi Covid-19 di RSJ Menur Surabaya

Regional
Gubernur Babel Erzaldi Rosman Batal Diisolasi

Gubernur Babel Erzaldi Rosman Batal Diisolasi

Regional
Polisi Gadungan Tipu Belasan Perempuan, Ajak Kencan Malah Bawa Kabur Barang Korban

Polisi Gadungan Tipu Belasan Perempuan, Ajak Kencan Malah Bawa Kabur Barang Korban

Regional
Kisah Ana, Calon Jemaah Haji Asal Yogya yang Dua Kali Gagal Berangkat

Kisah Ana, Calon Jemaah Haji Asal Yogya yang Dua Kali Gagal Berangkat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X