Dengar Aspirasi Warga di Rumah Dinas, Ridwan Kamil: Ini Bukan Basa-basi

Kompas.com - 14/02/2019, 13:58 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat mendengar aspirasi warga dalam acara Temu Pimpinan untuk Aspirasi Masyarakat (Tepas) di Gedung Pakuan, Jalan Cicendo, Kamis (14/2/2019).KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat mendengar aspirasi warga dalam acara Temu Pimpinan untuk Aspirasi Masyarakat (Tepas) di Gedung Pakuan, Jalan Cicendo, Kamis (14/2/2019).


BANDUNG, KOMPAS.com — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengundang warga untuk bertatap muka langsung menyampaikan aspirasi dalam kegiatan Temu Pimpinan untuk Aspirasi Masyarakat (Tepas) di rumah dinasnya, Gedung Pakuan, Jalan Cicendo, Kamis (14/2/2019).

Dalam pertemuan bertema kebencanaan itu, sejumlah warga yang merupakan korban bencana alam menyampaikan keresahannya.

Pria yang akrab disapa Emil itu pun berjanji jika semua aspirasi bakal ditindaklanjuti.

"Pasti dan ini mah bukan basa-basi. Saya tanpa diberitakan ke media juga langsung kalau di digital mah," ujar Emil usai acara.

Baca juga: Ketika Puluhan Warga Curhat di Rumah Dinas Ridwan Kamil...

Untuk pertemuan perdana kali ini, Emil menyebut, mayoritas keluhan warga yakni soal perbaikan tempat tinggal yang rusak akibat bencana.

"Rata-rata minta rumahnya diperbaiki lagi. Dana mah ada, maka saya bilang tolong diperbaiki secara prosedur, jangan diperlama karena anggaran tak terduga ini sudah kita anggarkan dan cukup besar," tuturnya.

Emil menjelaskan, Tepas merupakan tradisi baru yang dibuat untuk menindaklanjuti secara cepat keluhan masyarakat. Ia ingin membuktikan jika negara hadir untuk masyarakat.

"Alhamdulillah kami memulai tradisi baru bagaimana masalah rakyat ini bisa kami dengar langsung dengan bentuk bertemu di rumah gubernur. Ada tiga strategi kami bagaimana langsung berhubungan dengan masyarakat, satu, kami tiap Minggu ke daerah, kedua mengundang warga ke sini, ketiga via digital," ungkap Emil.

"Jadi tolong disampaikan bahwa kami dekat dengan rakyat memahami aspirasi itu dengan tiga cara. Karena jumlahnya banyak maka kami pilah. Kami putuskan temanya tematik, pertama soal kebencanaan," tuturnya.

Emil menuturkan, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum juga akan ikut menampung masalah warga pada edisi selanjutnya dengan tema yang berbeda.

"Nanti temanya bisa pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Waktunya seminggu sekali. Cuma karena kesibukan bisa diatur saya dan Pak Uu," ujarnya. 



Close Ads X