Kisah Bisnis WO Yupitriani, Bermodalkan Rp 3 Juta hingga Kerelaan Dengar Curhat Calon Pengantin

Kompas.com - 14/02/2019, 12:34 WIB
Co-Founder Sundaraja Wedding Organizer (WO), Yupitriani. KOMPAS.com/RENI SUSANTICo-Founder Sundaraja Wedding Organizer (WO), Yupitriani.


BANDUNG, KOMPAS.com – Tidak selamanya bisnis memerlukan modal besar. Seperti bisnis yang dijalankan Co-Founder Sundaraja Wedding Organizer (WO), Yupitriani.

“Dulu ada uang Rp 3 juta, dibelikan plang, kartu nama, dan brosur. Itu modal saya dan adik saya memulai usaha ini,” ujar Yupitriani, kepada Kompas.com, di Bandung, belum lama ini.

Perempuan yang akrab disapa Yupi ini menceritakan, bisnis jasa seperti WO tidak membutuhkan modal besar. Namun, keuntungannya lebih besar dibanding memproduksi produk.

Bisnis itu kaya jodoh. Berdasarkan pengalaman, antara produksi barang dengan jasa, untungnya lebih besar perusahaan jasa,” tutur Yupi.

Baca juga: 8 Tahun Terakhir, Bisnis Wedding Organizer di Bandung Tumbuh Pesat

Bahkan, bisa dibilang tidak ada standar harga. Ia bisa menentukan harga sendiri, selama pelayanannya ke pelanggan bagus.

“Kalau di WO, kami harus mau mendengarkan curhat calon pengantin, keluarga pengantin. Masuk ke keluarga mereka, bahkan harus siap memberikan saran ketika ada konflik,” ucap dia.

Sebab, fungsinya WO adalah menyatukan visi misi keluarga dan membantu mencarikan solusi. Sebab, dalam persiapan pernikahan selalu ada drama yang mengiringi.

“Contoh kecilnya, anak-anak (calon pengantin) tidak mau dangdut, tapi orangtuanya pengen ada dangdut. Akhirnya, WO menengahi dengan tampilan Sunda saja,” ungkap dia.

Yupi mengatakan, lama-kelamaan, bisnis yang dimulai 2017 ini membuahkan hasil. Pendapatan pertama yang diperolehnya dibelikan alat tulis kantor (ATK).

Kini, orderan jasa WO-nya terus mengalir. Setiap pekan selalu ada orderan. Harganya disesuaikan dengan jumlah tamu, luas gedung, dan lainnya.

“Biasanya kalo tamunya 500-1.000 orang, biayanya sekitar Rp 6 juta-8 juta untuk jasa WO pada hari H,” tutur dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Regional
Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Regional
Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Regional
Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

Regional
Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Regional
Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Regional
5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

Regional
Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Regional
Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Regional
Tetangga Ungkap Kegiatan Ibu Remaja Keterbelakangan Mental yang Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan,

Tetangga Ungkap Kegiatan Ibu Remaja Keterbelakangan Mental yang Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan,

Regional
Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ajak Mendikbud Mencerdaskan Bangsa

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ajak Mendikbud Mencerdaskan Bangsa

Regional
Cerita di Balik Kakek Selesaikan Wisuda pada Usia 85 Tahun, Pesan Almarhum Anak Jangan Hanya Sampai D3

Cerita di Balik Kakek Selesaikan Wisuda pada Usia 85 Tahun, Pesan Almarhum Anak Jangan Hanya Sampai D3

Regional
Tabrakan Maut Mobil Colt T Vs L300, Sopir Diduga Hilang Kendali, Satu Orang Tewas

Tabrakan Maut Mobil Colt T Vs L300, Sopir Diduga Hilang Kendali, Satu Orang Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X