Jenazah 2 TKI asal NTT Belum Bisa Dipulangkan dari Malaysia, Ini Kendalanya

Kompas.com - 14/02/2019, 12:19 WIB
Ilustrasi jenazah. Ilustrasi jenazah.

KUPANG, KOMPAS.com - Jenazah dua orang tenaga kerja Indonesia ( TKI) asal Nusa Tenggara Timur ( NTT), yang berada di Malaysia, hingga saat ini belum dipulangkan ke kampung halamannya.

Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Kupang, Timoteus K Suban mengatakan, dua TKI tersebut yakni Fargentinus Malat dan Hendrik Bin Mateus Ebak.

"Fargentinus Malat ini dilaporkan meninggal pada 30 Desember 2018 lalu. Sedangkan Hendrik Bin Mateus Ebak, meninggal pada 2 Januari 2019," ucap Timoteus, kepada Kompas.com, melalui telepon selulernya, Kamis (14/2/2019).

Baca juga: TKI Asal NTT Meninggal Mendadak di Malaysia

Timoteus merinci, Fargentinus diketahui meninggal akibat serangan jantung pada akhir Desember 2018 dan jenazahnya disimpan di rumah sakit dan batas waktu penyimpanan jenazah hingga 18 Januari 2019.

Fargentinus disebut berasal dari Pulau Flores, NTT, namun alamat tempat tinggalnya tidak jelas.

"Sehingga kami kesulitan mendapatkan keluarganya atau ahli warisnya," imbuh dia.

Sedangkan Hendrik Bin Mateus Ebak, berasal dari Desa Bangka Ruang, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, meninggal pada 2 Januari 2019 lalu.

Jenazah Hendrik, disimpan di Hospital Sultan Ismail, Malaysia, dan batas penyimpanan jenazah hingga 20 januari 2019. Hendrik meninggal akibat komplikasi penyakit dalam.

Jenazah Hendrik tidak bisa dipulangkan ke NTT, karena tidak adanya biaya pemulangan.

Baca juga: Kisah Istri TKI Asal Siantar Saat Bertemu Suaminya di Penjara Malaysia

Menurut Timoteus, sebenarnya, biaya pemulangan jenazah ditanggung oleh perusahaan atau majikan. Tapi, karena Hendrik adalah TKI ilegal, sehingga tidak bisa dipulangkan.

Status kedua TKI itu, lanjut Timoteus, adalah ilegal, karena tidak terdata secara administrasi di BP3TKI Kupang.

"Hingga saat ini, kami belum mendapat info, apakah jenazah keduanya sudah dimakamkan atau belum," ujar Timoteus.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

Regional
Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Regional
Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Regional
Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Regional
Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Regional
Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Regional
Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Regional
Gubernur Gorontalo Jelaskan Penyebab Pulau Dudepo Belum Teraliri Listrik

Gubernur Gorontalo Jelaskan Penyebab Pulau Dudepo Belum Teraliri Listrik

Regional
Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang, Satgas: Sebenarnya Bisa Dibubarkan, Cuma...

Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang, Satgas: Sebenarnya Bisa Dibubarkan, Cuma...

Regional
Ratusan TPS di NTT Tak Miliki Listrik dan Jaringan Internet yang Memadai

Ratusan TPS di NTT Tak Miliki Listrik dan Jaringan Internet yang Memadai

Regional
Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang Saat PSBB, Kapolres Serang Bilang Tak Tahu

Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang Saat PSBB, Kapolres Serang Bilang Tak Tahu

Regional
Gegara Unggahan Bernada Sumbang soal Covid-19, Pria Ini Disidang Bupati Banyumas

Gegara Unggahan Bernada Sumbang soal Covid-19, Pria Ini Disidang Bupati Banyumas

Regional
Pohon Tumbang Timpa Mobil Berpenumpang Lima Orang di Madiun

Pohon Tumbang Timpa Mobil Berpenumpang Lima Orang di Madiun

Regional
Prajurit TNI di Perbatasan Amankan Kantong Plastik Isi 4 Bundel Amplop, Diduga untuk Serangan Fajar

Prajurit TNI di Perbatasan Amankan Kantong Plastik Isi 4 Bundel Amplop, Diduga untuk Serangan Fajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X