Caleg DRPK Aceh dari Perindo Dicoret karena Masih Jabat Perangkat Desa

Kompas.com - 13/02/2019, 20:56 WIB
Komisioner Panwaslih Aceh Utara, menggelar sidang administrasi untuk dugaan pelanggaran Pemilu di sekretariat lembaga itu, Desa Lhoksukon, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Rabu (13/2/2019) KOMPAS.com/MASRIADIKomisioner Panwaslih Aceh Utara, menggelar sidang administrasi untuk dugaan pelanggaran Pemilu di sekretariat lembaga itu, Desa Lhoksukon, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Rabu (13/2/2019)

ACEH UTARA, KOMPAS.com- Majelis Pemeriksa Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Aceh Utara, mencoret seorang calon legeslatif ( Caleg) DPR Kabupaten Aceh Utara dari Partai Perindo bernama Bustaman dari daftar calon tetap pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Pencoretan itu dilakukan karena Bustaman masih menjabat sebagai perangkat desa dengan jabatan Kepala Urusan Umum di Desa Lawang, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara.

“Kasus ini awalnya dari temuan Panwaslih Kecamatan Matangkuli, lalu diproses persidangan. Dalam persidangan terungkap yang bersangkutan belum mengundurkan diri dan itu tidak memenuhi syarat sebagai calon dalam daftar calon tetap (DCT),” ujar Komisioner Panwaslih Aceh Utara Safwani saat dihubungi Kompas.com, Rabu (13/2/2019).

Baca juga: Klarifikasi Temuan Perludem, Ketum PPP Pastikan Dua Caleg Bukan Eks Koruptor

Keputusan itu disampaikan dalam sidang vonis di kantor Panwaslih, Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (12/2/2019).

Safwani mengatakan, saat persidangan Bustaman didampingi dua kuasa hukumnya yakni Armia dan Muzakir. 

Panwaslih juga memerintahkan Komisi Independen Pemilihan Aceh Utara untuk tidak mengikutsertakan terlapor dalam tahapan berikutnya pada penyelenggara Pemilu tahun 2019.

Baca juga: Alasan KPU Tak Umumkan Daftar Caleg Eks Koruptor di TPS

“Sudah diperintahkan pada KIP Aceh Utara untuk melaksanakan putusan itu paling lama tiga hari setelah putusan dibacakan,” ujarnya.

Sementara Bustaman mengaku tidak mengetahui syarat bahwa untuk maju sebagai calon anggota legislatif harus mengundurkan diri sebagai aparatur desa.

“Saya tidak tahu saat itu,” kata Bustaman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X