Kilas Daerah Semarang
KILAS DAERAH

Kembangkan Layanan Kesehatan Online, Wali Kota Hendi Jadi Inspirasi Kemenkes

Kompas.com - 13/02/2019, 18:35 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan jika peningkatan layananan pendidikan dan kesehatan memang menjadi dua hal prioritasnya dalam memimpin. Dok. Humas Pemerintah Kota SemarangWali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan jika peningkatan layananan pendidikan dan kesehatan memang menjadi dua hal prioritasnya dalam memimpin.

KOMPAS.com - Berbagai layanan kesehatan dalam bentuk digital semakin banyak dirasakan masyarakat Kota Semarang. Pengembangan layanan sistem online ini membuat Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menjadi sosok yang inspiratif bagi Kementerian Kesehatan.

Salah satu contoh layanan kesehatan yang dirasakan warga adalah mensinergikan layanan Rumah Sakit dalam sebuah big data. 

Bentuk konkrit dari sinergi tersebut adalah mengenai data ketersediaan kamar untuk rawat inap dari seluruh Rumah Sakit Umum (RSU) di Kota Semarang. 

Lewat sistem sinergi itu, masyarakat bisa melihat secara menyeluruh layanan rawat inap yang masih tersedia di Kota Semarang. 

Adapun pengembangan layanan kesehatan lain yang diinisiasi Hendrar adalah layanan gawat darurat 'Ambulance Hebat Si Cepat' melalui sambungan call center 112. Layanan ini pun  dinilai mampu memperpanjang harapan hidup masyarakat di Kota Semarang.

Berbagai inovasi layanan kesehatan di Kota Semarang itu kemudian mendapat apresiasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. 

Sekretaris Direktorat Jendral (Sesditjen) Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Agus Hadian Rahim menyebutkan jika Kota Semarang berhasil menjawab tantangan pelayanan kesehatan di era disrupsi terknologi

"Apa yang terjadi di Kota Semarang mendorong kita masuk dalam era disrupsi yang menganggu keberadaan lama dan memunculkan perubahaan. Maka inovasi pelayanan menjadi penting, baik itu yang bersifat pelayanan, maupun sistem Monitoring dan Evaluasi (Monev)," ucap Agus dalam kegiatan Rakornas Kementrian Kesehatan RI di ICE BSD Tangerang, Rabu (13/2/2019).

Sementara itu, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi menegaskan, berbagai inovasi dalam pelayanan kesehatan adalah bagian dari dua hal prioritas yang harus ditingkatkan selama masa kepemimpianya. Satu hal perioritas lain adalah pendidikan. 

Bukan tanpa sebab Hendi memprioritaskan kesehatan selama masa kepemimpinannya. Ini karena ia menyakini warga Semarang yang sehat adalah dasar dari pembangunan.

"Khusus kesehatan, saya meyakini jika masyarakatnya tidak sehat, maka jangankan diminta ikut berpartisipasi dalam pembangunan kota, untuk mengurusi dirinya sendiri pun akan kesulitan," tegas Hendi.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita di Balik Ustaz Abdul Somad Mundur dari PNS UIN Suska Riau

Cerita di Balik Ustaz Abdul Somad Mundur dari PNS UIN Suska Riau

Regional
Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Regional
Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Regional
Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Regional
Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Regional
Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Regional
Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Regional
Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Regional
Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Regional
Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Regional
Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Regional
Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Regional
Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Regional
Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Regional
komentar di artikel lainnya