Hati Ayam Bertulis Huruf dan Angka di Pulau Semau NTT Hebohkan Warga

Kompas.com - 12/02/2019, 18:18 WIB
Hati ayam yang bertulisan angka dan huruf di Pulau Semau, Kabupaten Kupang, NTTHand out Hati ayam yang bertulisan angka dan huruf di Pulau Semau, Kabupaten Kupang, NTT


KUPANG, KOMPAS.com - Warga dan jemaat Gereja Sonaf Neka, Desa Huilelot, Kecamatan Semau, Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur ( NTT), dihebohkan dengan adanya tulisan angka dan huruf di hati ayam yang baru saja disembelih.

Pendeta pada GMIT Sonaf Neka Huilelot, Victor Boru mengatakan, peristiwa langka itu terjadi pada Senin (11/2/2019) kemarin, saat sedang digelar rapat bersama jemaat di gereja itu.

"Tulisan angka dan huruf itu berada di hati ayam potong (pedaging) yang dibeli di Desa Hansisi dari seorang peternak, bernama Maria Koen," ungkap Pendeta Victor kepada Kompas.com, melalui telepon selulernya, Selasa (12/2/2019) sore.


Menurut Victor, pada Senin pagi, dia dan jemaatnya sedang rapat untuk membicarakan tentang anggaran gereja tahun 2019 dan juga persiapan sebagai tuan rumah rapat tingkat Klasis Semau pada Rabu (13/2/2019).

Baca juga: Dikira Mainan, Wanita Ini Kaget Ada Mayat Bayi Dalam Kresek

Saat itu, sejumlah ibu hendak menyiapkan makan siang bagi peserta rapat sehingga mereka pun membeli dua ekor ayam pedaging.

"Dua ekor ayam itu langsung disembelih. Saat hendak dibersihkan dagingnya untuk dipotong, seorang warga bernama Yohana Poto kemudian melihat tulisan pada bagian hati ayamnya," kata Victor.

Pada hati ayam itu ada tulisan angka dan huruf. Dua baris. Hampir semuanya tercetak terbalik. Misalnya angka 2 (dua) tertulis terbalik menyerupai ‘S’ atau 5 (lima).

Tulisan tersebut lebih mirip angka “2020” untuk baris pertama. Dan “10D2E01” pada baris kedua.

"Awalnya kami kira itu cap atau tulisan pada koran yang menempel, sehingga kami sempat mencuci berulang kali, tapi tulisannya malah lebih terang. Warga dan jemaat pun mengaitkan tulisan ini dengan tahun 2020. Juga tanggal 1 Desember 2001 untuk baris kedua," jelasnya.

Menurut Victor, awalnya selaput tipis yang membungkus hati ayam itu tertutup kotoran dan sisa darah.

Warga kemudian mengira tulisan tersebut hanya menempel pada luar selaput tipis itu. Namun setelah dibilas berkali-kali, malah semakin terang tulisannya.

Walaupun begitu, kata Victor, daging ayam itu tetap dikonsumsi oleh jemaat.

"Warga dan jemaat sempat takut dengan kejadian ini, namun saya sudah yakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja," ucapnya.

Untuk hati ayam yang terdapat tulisan tersebut, kini disimpan di lemari pendingin milik Victor.

Kompas TV Warga Desa Mertelu Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta menangkap ular piton jenis sanca kembang sepanjang 3 meter yang masuk ke kandang ayam milik warga. Dalam sebulan terakhir ini warga telah menangkap sebanyak 9 ekor ular piton yang berada di lingkungan rumah mereka.



Terkini Lainnya


Close Ads X