Terpisah 20 Tahun, Lisa Temukan Ibunya Lewat Facebook

Kompas.com - 12/02/2019, 18:08 WIB
Foto Lisa saat masih balita bersama dengan ayah dan ibunya. Selama 20 tahun lebih Lisa yang lahir di Kuala Lumpur tidak bertemu dengan ibu kandungnyaKoleksi Pribadi Noorlisaat Fitri Foto Lisa saat masih balita bersama dengan ayah dan ibunya. Selama 20 tahun lebih Lisa yang lahir di Kuala Lumpur tidak bertemu dengan ibu kandungnya


BANYUWANGI,KOMPAS.com - Pesan Noor Lisa (24), warga Sragen Jawa Tengah yang mencari ibu kandungnya asal Kabupaten Banyuwangi, beberapa hari ini beredar di grup WhatsApp dan media sosial di Banyuwangi.

Di status tersebut juga disertakan foto lama balita perempuan menggunakan baju putih digendong laki-laki bercelana jeans biru dan berkemeja kota-kotak.

Di sebelahnya, berdiri seoang perempuan berambut sebahu menggunakan baju berwarna abu-abu.

Berikut isi pesan yang tersebar:

MOHON INFO

Bagi teman2 yang tau dengan ibu di foto ini, namanya ibu Ismiyati binti Paer dan biasa di panggil Atik. Menurut kabar, beliau tinggal di daerah Muncar, Banyuwangi. Bagi yang tahu keberadaannya bisa bagi informasinya, beliau bercerai dengan bapaknya, sekarang anaknya (di Sragen) yang telah pisah sejak masih usia 2 tahun dengan beliau ingin mencari ke Banyuwangi ingin bertemu dengan beiau. Sekarang anaknya sudah usia 24 thn. Yang tahu alamatnya bisa DM ya lur.

Pada pesan tersebut juga disertakan nomor ponsel  milik Noorlisa.


Saat Kompas.com menghubungi nomor telepon tersebut, Selasa (12/2/2019), seorang perempuan yang mengaku bernama Lisa membenarkan isi pesan tersebut dan mengakui menulis pesan tersebut di Facebook.

Baca juga: Kisah Gendhis Mencari Ibu lewat Surat-suratnya

Perempuan yang mempunyai nama lengkap Noorlisaat Fitri bercerita jika sudah lebih dari 20 tahun dia tidak pernah bertemu dengan ibu kandungnya yang bernama Ismiyatik, berasal dari Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi.

Lisa bercerita, ia lahir di Kuala Lumpur, Malaysia 19 Februari 1995. Saat itu, ibunya yang bernama Ismiyatik dan ayahnya yang bernama Supardi sama-sama bekerja di Kuala Lumpur.

Menurut cerita yang ia dengar, ayah dan ibunya bertemu di bandara saat sama-sama akan bekerja ke luar negeri. Sekitar tahun 1993-1994, mereka menikah di Sragen dan kembali ke Kuala Lumpur untuk bekerja.


Page:

Close Ads X