Pengeroyokan Tenaga Honorer SMP di Galesong, Ini 5 Faktanya

Kompas.com - 12/02/2019, 16:58 WIB
Faisal Pole (38) tengah melaporkan dirinya di Mapolsek Galesong, Kabupaten Takalar setelah menjadi korban pengeroyokan pelajar. Senin, (11/2/2019).KOMPAS.com/ABDUL HAQ Faisal Pole (38) tengah melaporkan dirinya di Mapolsek Galesong, Kabupaten Takalar setelah menjadi korban pengeroyokan pelajar. Senin, (11/2/2019).

KOMPAS.com - Kasus pengeroyokan pegawai honorer petugas kebersihan SMP Negeri 2 Galesong, Talakar, Sulawesi Selatan menyedot perhatian masyarakat.

Pengeroyokan terhadap pria bernama Faisal Pole ini terjadi pada Sabtu (9/2/2019) sekitar pukul 15.00 Wita.

Kejadian ini sempat viral di media sosial Instagram setelah salah satu akun mengunggah video pengeroyokan ini.

Berikut lima faktanya:


1. Dikeroyok lima orang

Kasus pengeroyokan terhadap pegawai honorer SMP Negeri 2 Galesong, Faisal Pole (38) dilakukan oleh lima orang.

Fasial dikeroyok oleh orangtua siswa berinisial MS (48). Selain itu, ia dibantu anaknya yang merupakan siswa SMP Negeri 2 Galesong, IM (12).

Tak hanya itu, kasus pengeroyokan juga melibatkan tiga siswa lainnya, yaitu RD (12), NA (12), dan AK (12).

Baca juga: Siswa dan Orangtua Keroyok Tenaga Honorer SMP Negeri Galesong

2. Umpatan kasar

Kasus penganiayaan bermula dari umpatan kasar seorang murid, IM (12), kepada korban.

Karena umpatan kasar tersebut, Faisal mencoba memberi teguran baik-baik ke IM, namun disebutkan jika IM melawan dan kembali mengeluarkan umpatan ke korban.

Lantas, IM pun dipukul oleh Faisal. Tak terima, IM pulang ke rumahnya dan melaporkan pemukulan tersebut kepada orangtuanya, MS.

Setelah itu, MS datang ke sekolah dan melakukan pengeroyokan kepada korban dibantu empat siswa sekolah tersebut.

"Saya lagi bersihkan sampah dan lewat ini anak lalu saya dibilang (diumpat) anjing kudisan. Saya tegur dia baik-baik, tapi dia malah melawan dan kembali saya dikatakan anjing. Jadi, saya langsung tendang dia," ucap Faisal.

3. Terancam dikeluarkan

Empat pelajar yang terlibat dalam kasus ini terancam di keluarkan oleh pihak sekolah.

Halaman:



Close Ads X