BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia Timur

Kompas.com - 12/02/2019, 16:44 WIB
Ilustrasi gelombang tinggiKOMPAS.com/ JUNAEDI Ilustrasi gelombang tinggi

GORONTALO, KOMPAS.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) mengeluarkan peringatan dini terjadinya gelombang tinggi (rough sea) di sejumlah perairan Indonesia timur.

Peringatan ini dikeluarkan oleh Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung, Sulawesi Utara, yang disebarkan oleh Kepala Seksi Observasi dan Informasi, Ricky Daniel Aror.

“Peluang gelombang ini terjadi pada 13-14 Februari, semua pihak diminta memperhatikan risiko keselamatan pelayaran,” kata Indar Adi Waluyo, Kepala BMKG Gorontalo yang menyitir pengumuman Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung, Selasa (12/2/2019).

Baca juga: Waspada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Beberapa Wilayah Ini

Gelombang tinggi ini bisa mencapai antara 2,5-4 meter yang berpeluang terjadi di Laut Sulawesi bagian tengah, Laut Sulawesi bagian timur, timur Kota Bitung, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, dan Laut Maluku bagian utara.

“Masyarakat dan kapal-kapal yang melakukan aktivitas di daerah yang tercantum dalam daftar peringatan dini diminta mempertimbangkan kondisi ini,” kata Indar Adi Waluyo.

Selain gelombang tinggi tersebut, juga diumumkan gelombang moderat (moderate sea) dengan ketinggian 1,25-2,5 meter yang berpeluang terjadi di perairan Kalimantan Utara, Laut Sulawesi bagian barat, perairan utara Sulawesi, perairan Manado, perairan selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku bagian selatan.


Terkini Lainnya

Fakta Spanduk Pendukung Jokowi-Amin Sambut Sandiaga, 'Saya Nggak Apa-apa' hingga Muncul di Rute Kunjungan di Banyuwangi

Fakta Spanduk Pendukung Jokowi-Amin Sambut Sandiaga, "Saya Nggak Apa-apa" hingga Muncul di Rute Kunjungan di Banyuwangi

Regional
Otoritas Italia Denda Ryanair dan Wizzair atas Kebijakan Bagasi Kabin

Otoritas Italia Denda Ryanair dan Wizzair atas Kebijakan Bagasi Kabin

Internasional
Harapan Joko Driyono kepada Pengurus PSSI yang Baru..

Harapan Joko Driyono kepada Pengurus PSSI yang Baru..

Megapolitan
KPU Gunungkidul Ajukan Tambahan Kotak Suara

KPU Gunungkidul Ajukan Tambahan Kotak Suara

Regional
Pria yang Aniaya Mantan Istri Rekam Dirinya Ancam Anak dengan Senjata

Pria yang Aniaya Mantan Istri Rekam Dirinya Ancam Anak dengan Senjata

Megapolitan
Setelah Diperiksa 22 Jam, Joko Driyono Akan Beraktivitas Seperti Biasa

Setelah Diperiksa 22 Jam, Joko Driyono Akan Beraktivitas Seperti Biasa

Megapolitan
Pelaku Pembunuh Ibu Hamil dengan Luka di Perut adalah Suaminya Sendiri

Pelaku Pembunuh Ibu Hamil dengan Luka di Perut adalah Suaminya Sendiri

Regional
Dedi Mulyadi: Elektabilitas 11,3 Persen Menunjukan Golkar Keluar dari Zona Menyedihkan

Dedi Mulyadi: Elektabilitas 11,3 Persen Menunjukan Golkar Keluar dari Zona Menyedihkan

Regional
Pemerintahan Trump Akan Sisakan 200 Tentara AS di Suriah

Pemerintahan Trump Akan Sisakan 200 Tentara AS di Suriah

Internasional
Joko Driyono: Saya Menunggu Detik-detik Terakhir..

Joko Driyono: Saya Menunggu Detik-detik Terakhir..

Megapolitan
Kebakaran di Rumah Bertingkat Daerah Teluk Gong, Dua Orang Tewas

Kebakaran di Rumah Bertingkat Daerah Teluk Gong, Dua Orang Tewas

Megapolitan
Seputar Pemeriksaan Bawaslu terhadap Caleg yang Senam di Atas Sajadah

Seputar Pemeriksaan Bawaslu terhadap Caleg yang Senam di Atas Sajadah

Megapolitan
Aksi Sekelompok Pria Mesum di Karawang Bikin Banyak Siswi Trauma

Aksi Sekelompok Pria Mesum di Karawang Bikin Banyak Siswi Trauma

Regional
Dirjen Dukcapil Sebut Sudah Merekam E-KTP ke Semua Penghuni Lapas dan Rutan

Dirjen Dukcapil Sebut Sudah Merekam E-KTP ke Semua Penghuni Lapas dan Rutan

Nasional
Diperiksa 22 Jam, Joko Driyono: Cukup Melelahkan, Cukup Panjang..

Diperiksa 22 Jam, Joko Driyono: Cukup Melelahkan, Cukup Panjang..

Megapolitan

Close Ads X