Bawaslu Kota Bandung Tangani 8 Kasus Kampanye di Masjid dan Sekolah

Kompas.com - 12/02/2019, 16:38 WIB
Ilustrasi kampanye, juru bicara, juru kampanye.TOTO SIHONO Ilustrasi kampanye, juru bicara, juru kampanye.

BANDUNG, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Kota Bandung hingga saat ini telah menangani delapan kasus pelanggaran kampanye yang dilakukan di tempat terlarang di pertengahan musim kampanye Pileg dan Pilpres 2019.

“Temuan kami ada beberapa caleg yang sudah kita temukan melakukan kampanye di tempat ibadah,” kata Ketua Bawaslu Kota Bandung Zaki Muhammad Zamzam dalam kegiatan Bandung Menjawab di Taman Sejarah, Kota Bandung, Selasa (12/2/2019).

Lebih lanjut Zaki menjelaskan, pelanggaran  kampanye di rumah ibadah yang menjadi temuan Bawaslu dilakukan dengan motif mengadakan pengajian.

“Pelanggaran kampanye dirumah ibadah seperti di masjid motifnya banyak, salah satunya adalah melakukan pengajian. Ada juga yang ibu-ibu ketua pengajiannya memang tidak mengkondisikan untuk mendatangkan caleg, tapi calegnya yang datang sendiri ke pengajian,” jelasnya.

Baca juga: Ridwan Kamil Dilaporkan ke Bawaslu atas Dugaan Kampanye di Luar Jadwal

Zaki mengimbau kepada masyarakat segera melaporkan ke Bawaslu apabila ada konten-konten politik yang masuk dalam kegiatan keagamaan khususnya pengajian.

“Kita imbau kemasyarakat kalau ada caleg yang ingin berkampanye di pengajian dan pengajian (berisi konten kampanye) itu dilakukan di masjid tolak saja atau laporkan saja. Kampanye di pengajian tidak boleh kecuali pengajiannya di rumah silakan,” tuturnya.

Selain pengajian, Bawaslu Kota Bandung juga menangani satu kasus kampanye di lembaga pendidikan.

“Pelanggarannya dilakukan oleh ASN Kementerian Agama yang menjabat sebagai kepala sekolah salah satu yayasan pendidikan islam. Kebetulan yang bersangkuta berstatus ASN,” ucapnya.

Baca juga: 6 Fakta Kasus Ketum PA 212 Jadi Tersangka, Sudah Diingatkan Bawaslu dan Polisi hingga Ditangani Polda Jateng

Motif pelanggaran yang dilakukan ASN tersebut, lanjut Zaki, adalah mengampanyekan salah satu caleg DPRD Kota Bandung pada saat pembagian raport di sekolah.

“Motifnya adalah pembagian rapor di sekolah. Beliau diberi waktu memberikan sambutan. Dalam sambutan ada kata yang merekomendasikan salah satu caleg DPRD Kota Bandung dari salah satu parpol,” ungkapnya.

Zaki menjelaskan, pihaknya sudah memberikan rekomendasi ke pihak KASN terkait penanganan kasus dugaan pelanggaran kampanye tersebut.

“Sudah kita berikan rekomendasi ke KASN untuk ditindaklanjuti. Kami berharap KASN segera memberikan sanksi,” ucapnya.


Terkini Lainnya

Pria yang Aniaya Mantan Istri Rekam Dirinya Ancam Anak dengan Senjata

Pria yang Aniaya Mantan Istri Rekam Dirinya Ancam Anak dengan Senjata

Megapolitan
Setelah Diperiksa 22 Jam, Joko Driyono Akan Beraktivitas Seperti Biasa

Setelah Diperiksa 22 Jam, Joko Driyono Akan Beraktivitas Seperti Biasa

Megapolitan
Pelaku Pembunuh Ibu Hamil dengan Luka di Perut adalah Suaminya Sendiri

Pelaku Pembunuh Ibu Hamil dengan Luka di Perut adalah Suaminya Sendiri

Regional
Dedi Mulyadi: Elektabilitas 11,3 Persen Menunjukan Golkar Keluar dari Zona Menyedihkan

Dedi Mulyadi: Elektabilitas 11,3 Persen Menunjukan Golkar Keluar dari Zona Menyedihkan

Regional
Pemerintahan Trump Akan Sisakan 200 Tentara AS di Suriah

Pemerintahan Trump Akan Sisakan 200 Tentara AS di Suriah

Internasional
Joko Driyono: Saya Menunggu Detik-detik Terakhir..

Joko Driyono: Saya Menunggu Detik-detik Terakhir..

Megapolitan
Kebakaran di Rumah Bertingkat Daerah Teluk Gong, Dua Orang Tewas

Kebakaran di Rumah Bertingkat Daerah Teluk Gong, Dua Orang Tewas

Megapolitan
Seputar Pemeriksaan Bawaslu terhadap Caleg yang Senam di Atas Sajadah

Seputar Pemeriksaan Bawaslu terhadap Caleg yang Senam di Atas Sajadah

Megapolitan
Aksi Sekelompok Pria Mesum di Karawang Bikin Banyak Siswi Trauma

Aksi Sekelompok Pria Mesum di Karawang Bikin Banyak Siswi Trauma

Regional
Dirjen Dukcapil Sebut Sudah Merekam E-KTP ke Semua Penghuni Lapas dan Rutan

Dirjen Dukcapil Sebut Sudah Merekam E-KTP ke Semua Penghuni Lapas dan Rutan

Nasional
Diperiksa 22 Jam, Joko Driyono: Cukup Melelahkan, Cukup Panjang..

Diperiksa 22 Jam, Joko Driyono: Cukup Melelahkan, Cukup Panjang..

Megapolitan
Mahfud MD: Hindari Golput karena Pesta Demokrasi Itu Menyenangkan...

Mahfud MD: Hindari Golput karena Pesta Demokrasi Itu Menyenangkan...

Regional
Duel Maut, Mojo Si Singa Jantan Mati Diserang Singa Betina

Duel Maut, Mojo Si Singa Jantan Mati Diserang Singa Betina

Internasional
5 Fakta Al Ghazali Jenguk Ahmad Dhani, 'Semoga Ayah Kuat' hingga Menyanyi di Depan Rutan

5 Fakta Al Ghazali Jenguk Ahmad Dhani, "Semoga Ayah Kuat" hingga Menyanyi di Depan Rutan

Regional
Ketika Harimau Jokowi Gugat Prabowo dan RSCM soal Fitnah Selang Cuci Darah..

Ketika Harimau Jokowi Gugat Prabowo dan RSCM soal Fitnah Selang Cuci Darah..

Megapolitan

Close Ads X