Menteri Susi: Danau Kerinci yang Cantik Telah Membantu, Jangan Sampai Jadi Malapetaka

Kompas.com - 12/02/2019, 16:30 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendayung paddle board ketika menghadiri lomba renang dan dayung melintasi Selat Sunda yang diselenggarakan oleh Korps Marinir di Tanjung Sekong, Cilegon, Banten, Sabtu (3/3). Lomba renang dan dayung melintasi Selat Sunda dengan jarak tempuh 39 km dari Bakau Jaya Bakauheni, Lampung, menuju Tanjung Sekong, Banten, tersebut dalam rangka memperingati HUT ke-72 Korps Marinir. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendayung paddle board ketika menghadiri lomba renang dan dayung melintasi Selat Sunda yang diselenggarakan oleh Korps Marinir di Tanjung Sekong, Cilegon, Banten, Sabtu (3/3). Lomba renang dan dayung melintasi Selat Sunda dengan jarak tempuh 39 km dari Bakau Jaya Bakauheni, Lampung, menuju Tanjung Sekong, Banten, tersebut dalam rangka memperingati HUT ke-72 Korps Marinir.

KOMPAS.com - Saat berkunjung di Kabupaten Kerinci, Jambi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian dan ekosistem di Danau Kerinci.

Menurut Menteri Susi, danau seluas 4,6 km persegi tersebut kaya akan hasil perikanan dan telah menopang kehidupan masyarakat di sekitaranya.

“Danau Kerinci yang cantik ini, selama ini telah membantu Bapak dan Ibu menghasilkan uang untuk menyekolahkan anak, membangun rumah, dan membangun hal lainnya. Jangan sampai berubah menjadi malapetaka," kata Menteri Susi.


"Belajarlah dari kejadian-kejadian yang sudah terjadi di Jawa Barat, di Maninjau, di Singkarak, di Toba, di mana terjadi kematian massal ikan karena tidak terkontrolnya jumlah populasi keramba jaring apung (KJA),” katanya, seperti dikutip dari rilis resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Selasa (12/2/2019).

Baca Juga: 5 Gebrakan Susi Pudjiastuti

Seperti diketahui, kedatangan Menteri Susi di Danau Kerinci adalah untuk menghadiri acara acara "Ayo Makan Ikan Untuk Mencegah Stunting" bersama 200 anak sekolah. 

Menurut Menteri Susi, angka konsumsi ikan per kapita masyarakat Jambi masih sangat rendah, jauh di bawah angka konsumsi ikan nasional yang mencapai 50,69 kg per kapita di tahun 2018 lalu.

Hal ini menjadi ironi, mengingat Jambi khususnya masyarakat Kerinci memiliki Danau Kerinci seluas 4,6 km persegi yang kaya dengan hasil perikanan.

“Bukan cuma laut, danau ada, sungai juga ada, lubuk ada, rawa juga ada, dan semua wilayah air itu berpotensi untuk menghasilkan (komoditi perikanan dengan kandungan) protein sangat tinggi,” katanya.

Konsumi ikan memiliki banyak keuntungan tumbuh kembang anak dan otak manusia karena ikan mengandung banyak nutrisi seperti protein, omega 3, kalsium, dan fosfor, kata Susi.

Baca Juga: Ralat Ucapannya, Sandiaga Akui Kinerja Susi Luar Biasa

Selain itu, Susi juga mendorong Pemerintah Daerah Jambi untuk mengontrol jumlah keramba jaring apung (KJA). Jumlah KJA harus disesuaikan dengan daya dukung danau.

Menteri Susi menyarankan untuk menggunakan lubuk jika daya tampung danau sudah maksimal.

“Jika danaunya daya dukungnya tidak kuat, akan terjadi hydrogen sulfide naik, upwelling, akhirnya ikan Bapak-bapak mati semua, ribuan ton ikan mati. Kita menanam ikan hanya untuk kematian, utang ke perbankan tidak bisa bayar,” katanya.

Dalam kesempatan itu, KKP menyerahkan bantuan berupa 300.000 ekor benih ikan mas; 300.000 ekor benih ikan nila; 120.000 ekor benih ikan lele; 120.000 ekor benih ikan jelawat dan nilem; 10 ton pakan ikan mandiri; 2 paket budidaya sistem bioflok; 3 unit chest freezer; dan 1 unit mobil pendingin.

Susi juga mengingatkan masyarakat untuk sadar lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik.

 

 



Terkini Lainnya


Close Ads X