Polres Bandung Belum Dapat Laporan Keluarga soal Pengusaha Dimutilasi di Malaysia

Kompas.com - 12/02/2019, 09:15 WIB
Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan saat memimpin rapat koordinasi pengamanan laga Persib Vs Persiwa di Mapolres Bandung, Jumat (8/2/2019).KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan saat memimpin rapat koordinasi pengamanan laga Persib Vs Persiwa di Mapolres Bandung, Jumat (8/2/2019).


BANDUNG, KOMPAS.com - Pihak Polres Bandung belum mendapat laporan perihal adanya warga Baleendah yang diduga tewas dimutilasi di Malaysia.

Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan mengatakan, hingga saat ini, pihak keluarga korban belum berkoordinasi dengan kepolisian soal kasus itu.

"Belum ada laporan (dari keluarga)," kata Indra, sewaktu ditemui usai pengamanan laga Persib kontra Persiwa di Stadion Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (11/2/2019) malam.

Baca juga: Pengusaha Asal Bandung Tewas di Malaysia, Diduga Korban Mutilasi

Meski demikian, Indra telah berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk mencari tahu data diri dan kronologis kepergian korban ke Malaysia.

"Pada waktu pertama saya mendapat berita tentang itu, saya komunikasi dengan imigrasi, tidak ada (data korban). Tadi juga (komunikasi lagi) dengan imigrasi hasilnya tidak ada. Kami akan telusuri informasi tersebut, tapi sampai tadi kami dengan imigrasi belum ada informasi," tutur Indra.

Indra menyebut, Kepolisian Malaysia akan memberi informasi kepada Kepolisian Indonesia jika memang ada perkara yang melibatkan warga Indonesia.

"Kalau itu memang warga negara Indonesia, pasti akan menyampaikan ke kami. Belum ada, pastinya mereka pasti akan menyampaikan. Tapi, kan enggak langsung ke Polres. Tapi, menyurati Mabes Polri, dari Mabes ke Polda, baru ke Polres," ungkap Indra.

"Kami menunggu penyampaian Polisi Diraja Malaysia. Pasti akan berkomunikasi ke Mabes Polri," tambah dia.

Dalam perkara ini, kata Indra, pengusutan kasus akan dilakukan oleh kepolisian Malaysia. "Jika benar, nanti pasti diusutnya di Malaysia. Sesuai lokusnya," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, Nuryanto, seorang pengusaha tekstil di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, diduga menjadi korban mutilasi di Malaysia.

Baca juga: Pembangunan Tanggul Jebol di Kabupaten Bandung Terkendala Bahan Material

Hermawan, salah satu anggota tim pengacara Nuryanto, mengatakan, pihaknya menerima informasi tersebut dari Kepolisian Malaysia. Jenazah Hermawan ditemukan di sebuah sungai di Malaysia.

"Berdasarkan informasi dan keterangan Kepolisian Malaysia, jenazah itu diduga klien kami. Sebab petunjuk Kepolisian Malaysia mengarah kepada Nuryanto, sebab ditemukan bukti petunjuk seperti baju, telepon genggam ditemukan di sekitar lokasi," tutur dia, ketika dihubungi melalui telepon seluler, Sabtu (9/2/2019).

Hermawan menuturkan, Nuryanto pergi ke Malaysia untuk urusan bisnis.

Selama di Malaysia, lanjut Hermawan, Nuryanto sempat tiga kali pindah hotel. Pada 22 Januari, pihaknya putus komunikasi dengan Nuryanto.



Close Ads X