Polda Kepri Tangkap 8 Pelaku Prostitusi "Online" di Batam

Kompas.com - 11/02/2019, 22:22 WIB
Jajaran Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri membongkar praktik bisnis prostitusi online di Batam, Kepulauan Riau. Dalam kasus ini sedikitnya ada 8 tersangka yang diamankan, baik yang bertindak sebagai mami maupun pekerja seks komersialnya. KOMPAS.com/ HADI MAULANAJajaran Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri membongkar praktik bisnis prostitusi online di Batam, Kepulauan Riau. Dalam kasus ini sedikitnya ada 8 tersangka yang diamankan, baik yang bertindak sebagai mami maupun pekerja seks komersialnya.

BATAM, KOMPAS.com - Jajaran Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri membongkar praktik prostitusi online di Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (9/2/2019).

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga, delapan tersangka telah diamankan baik yang bertindak sebagai mucikari maupun sebagai pekerja seks komersial.

"Kerjanya terorganisir dan para PSK ini dijajakan melalui jejaring sosial," kata Erlangga saat konfrensi pers pengungkapan kasus di Mapolda Kepri, Senin (11/2/2019).

Baca juga: Kasus Prostitusi Online: Polda Jatim Pulangkan Tersangka Mucikari F

Erlangga mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari penangkapan AS yang merupakan seorang mucikari. Dari keterangan AS, polisi melakukan pengembangan dan mengamankan NJ (19) asal Cirebon yang merupakan oknum mahasiswi rekrutan AS.

Setelah menangkap AS dan NJ, polisi mengamankan enam tersangka lainnya yang terlibat dalam kasus tersebut yaitu VR (19) asal Purwakarta, WA (23) asal Batam, MA (36) asal Medan, FH (31) asal Batam, DR (24) asal Medan dan E (19) asal Pangandaran.

Erlangga mengatakan, untuk proses perekrutannya, AS membuka lowongan kerja melalui internet dengan membuat sebuah website.

Baca juga: Selain Bantah Terlibat Prostitusi Online, Della Perez Sebut Perekonomian Keluarganya Baik-baik Saja

Untuk tarif, AS mematok harga yang bervariasi mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 4 juta.

Erlangga mengatakan, konsumen AS berasal dari sejumlah kota diantaranya Jakarta, Bali, Maksar, Jogjakarta dan Bandung.

"Jadi konsumennya bukan di Batam saja, bahkan juga melayani dari luar Batam," ujar Erlangga.

AS dijerat dengan pasal 2 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan pasal 45 Ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebelum Tabrak Tebing, Sopir Sempat Diberitahu Penumpang jika Ban Belakang Sebelah Kiri Kempes

Sebelum Tabrak Tebing, Sopir Sempat Diberitahu Penumpang jika Ban Belakang Sebelah Kiri Kempes

Regional
Tidur di Ruang Tamu Saat Jaga Ibunya yang Sakit, Gadis Ini Malah Disetubuhi Ayah Tiri

Tidur di Ruang Tamu Saat Jaga Ibunya yang Sakit, Gadis Ini Malah Disetubuhi Ayah Tiri

Regional
Jumlah Murid yang Diduga Dicabuli Guru Ngaji di Makassar Bertambah

Jumlah Murid yang Diduga Dicabuli Guru Ngaji di Makassar Bertambah

Regional
Detik-detik Pembunuhan Bermotif Cemburu di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan

Detik-detik Pembunuhan Bermotif Cemburu di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan

Regional
Jenazah yang Ditemukan di Gunungkidul Dipastikan Korban Pantai Goa Cemara

Jenazah yang Ditemukan di Gunungkidul Dipastikan Korban Pantai Goa Cemara

Regional
8 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipali, Ini Nama-nama Korban

8 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipali, Ini Nama-nama Korban

Regional
1 Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Jalani Tes Swab

1 Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Jalani Tes Swab

Regional
Delapan Guru dan 14 Pelajar di Kalbar Positif Corona, Gubernur Tunda Sekolah Tatap Muka

Delapan Guru dan 14 Pelajar di Kalbar Positif Corona, Gubernur Tunda Sekolah Tatap Muka

Regional
Cuci Timah di Sungai, Penambang Tewas Diduga Diserang Buaya

Cuci Timah di Sungai, Penambang Tewas Diduga Diserang Buaya

Regional
Mulai Senin Ini, Tidak Pakai Masker di Pekanbaru Denda Rp 250.000

Mulai Senin Ini, Tidak Pakai Masker di Pekanbaru Denda Rp 250.000

Regional
Picu Bentrokan dan Identik Ugal-ugalan, Polisi Tasikmalaya Akan Tindak Tegas Pemilik Knalpot Bising

Picu Bentrokan dan Identik Ugal-ugalan, Polisi Tasikmalaya Akan Tindak Tegas Pemilik Knalpot Bising

Regional
Gubernur Kalsel: Wali Kota Banjarbaru Kepala Daerah yang Gigih Perangi Covid-19

Gubernur Kalsel: Wali Kota Banjarbaru Kepala Daerah yang Gigih Perangi Covid-19

Regional
Delapan Guru dan Belasan Pelajar di Kalbar Positif Covid-19

Delapan Guru dan Belasan Pelajar di Kalbar Positif Covid-19

Regional
Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Dikarantina

Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Dikarantina

Regional
Terlelap Tidur, Warga Desa di Situbondo Diserang Massa, 4 Mobil Dirusak, Satu Kios Bensin Dibakar

Terlelap Tidur, Warga Desa di Situbondo Diserang Massa, 4 Mobil Dirusak, Satu Kios Bensin Dibakar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X