Ada Kasus Siswa Tantang Guru, DPRD Gresik Siapkan Raperda untuk Lindungi Profesi Guru

Kompas.com - 11/02/2019, 17:42 WIB
Nur Khalim (kiri) dan AA (tengah), dalam mediasi yang dilakukan di kantor Polsek Wringinanom, Minggu (10/2/2019). KOMPAS.com / HAMZAHNur Khalim (kiri) dan AA (tengah), dalam mediasi yang dilakukan di kantor Polsek Wringinanom, Minggu (10/2/2019).

GRESIK, KOMPAS.com - Kejadian yang dialami Nur Khalim, salah seorang guru di SMP PGRI Wringinanom, yang sempat ditantang oleh siswanya ketika coba mengingatkan untuk tidak merokok di dalam kelas, menjadi pelajaran banyak pihak akan posisi tenaga pengajar yang cukup dilematis.

Di saat menghadapi siswa bandel seperti halnya AA, para guru pun harus berpikir ulang untuk mengambil tindakan, supaya mereka bisa terhindar dari ancaman sanksi pelanggaran HAM (hak asasi manusia) bila nanti menegakkan kedisiplinan kepada siswa.

Guna mengaspirasi akan hal-hal seperti itu, jajaran DPRD Gresik khususnya mereka yang berada di komisi IV mengaku, sebenarnya sudah mulai merancang Peraturan Daerah (Raperda) tentang perlindungan kepada tenaga pendidik dan guru.

Baca juga: Hadapi Siswa seperti AA, Para Guru Akui dalam Posisi Dilematis

"Sekarang posisinya sudah di pihak ketiga, baru besok Kamis (14/2/2019) di FGD (Forum Grup Discussion) kan. Pembuatannya kan kerja sama dengan pihak ketiga, Universitas Negeri Jember. Besok Kamis itu di FGD kan oleh tim dengan Komisi IV, kemudian awal Maret baru dipublik hearing-kan, dan baru kemudian di paripurnakan untuk dibentuk Pansus (Panitia Khusus)," ujar ketua komisi IV DPRD Gresik, Khoirul Huda, saat dihubungi Kompas.com, Senin (11/2/2019).

Menurut Huda, untuk tahapan FGD direncanakan bakal dilaksanakan di Malang, Jawa Timur. Dengan pihaknya berharap, nantinya hak-hak guru dan tenaga pengajar di sekolah bakal terwadahi dalam Peraturan Daerah (Perda) tersebut.

"Ini kan lebih spesifik pada guru, baik guru maupun tenaga administrasi di sekolah. Jadi banyak hal yang kita inginkan dalam Perda itu nantinya, terutama perlindungan guru-guru kita dalam proses belajar-mengajar," ucap dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Jawaban Kadis Pendidikan Gresik Terkait Masa Depan Siswa yang Merokok dan Tantang Guru

"Contoh kasus di Wringinanom itu kan bukti, bagaimana lemahnya posisi guru kita hari ini. Ketika anak berani, kemudian guru itu tidak berani berbuat apa-apa karena merasa ketakutan apabila kemudian ada persoalan hukum, misalnya ada pelanggaran HAM (hak asasi manusia) dan undang-undang perlindungan anak. Tapi satu sisi, kalau ini dibiarkan terus, kan menjadi problem di dunia pendidikan," jelasnya.

Huda juga menjelaskan, bila Raperda tersebut sudah lama diwacanakan oleh pihaknya. Ia pun menolak, jika Raperda ini mulai dibuat lantaran adanya kasus di SMP PGRI Wringinanom, yang melibatkan siswa AA dengan guru IPS Nur Khalim.

"Raperda ini kan prosesnya sudah sejak 2018. Jadi bukan karena kasus ini terus kita tiba-tiba buat Raperda, kan nggak bisa. Sebab prosesnya, harus masuk propem Perda dulu, kajian dan seterusnya. Terutama, yang dilandasi oleh Permendiknas no.10 tahun 2017," kata dia.

Baca juga: [POPULER NUSANTARA] Siswa Merokok di Kelas Tantang Guru | Akhir Kasus Menantu Tuntut Mertua

Ia pun mengatakan, Raperda tersebut nantinya tidak hanya mengatur masalah ketegasan guru kepada anak didiknya, namun juga mengenai kesejahteraan sang tenaga pendidik.

"Termasuk di dalamnya terkait kesejahteraan, kesehatan guru, dan perlindungan guru atas hak intelektual, semua akan diatur di sana. Juga kewajiban pemerintah, kewajiban institusi baik pusat maupun daerah," pungkasnya.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.