Fenomena Unik, Air Sungai Mengalir ke Dalam Tanah di Yogyakarta

Kompas.com - 11/02/2019, 14:52 WIB
Lubang di Kali Kuning, YogyakartaTwitter Lubang di Kali Kuning, Yogyakarta

KOMPAS.com – Sebuah video berdurasi 1 menit 8 detik berisi fenomena langka, yaitu air sungai mengalir masuk ke dalam lubang tanah, beredar di media sosial pada Minggu (11/2/2019).

Salah satunya diunggah oleh Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

Diketahui, peristiwa itu terjadi di Kali Kuning yang mengalir melalui Dusun Sambirejo, Desa Selomartani, Kalasan, Sleman, DIY.

Dalam keterangan video, Sutopo menuliskan adanya kemungkinan lubang bawah tanah di sisi bendungan sehingga air sungai mengalir secara vertikal bukan horizontal.

Hingga Senin (11/2/2019) siang, hampir 2.000 akun membagikan ulang unggahan video Sutopo tersebut.

Baca juga: Gempa Palu Resmi Dinyatakan Fenomena Supershear Langka

Terlihat jelas, semua air sungai yang mengalir masuk ke dalam sebuah lubang, seperti tanah yang amblas, di bawah sebuah jembatan kecil yang terbentang di atasnya.

Fenomena ini termasuk langka, karena kebanyakan air di sungai mengalir secara horizontal dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah.

Dikutip dari Antara, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Achmad Subhan menyebut kemungkinan yang terjadi terjadi pada sungai yang berhulu di Gunung Merapi ini.

"Munculnya lubang besar tersebut kemungkinan karena hujan lalu ada aliran air deras yang membawa material pasir. Karena pintu air tertutup, akhirnya air mencari jalan dan menggerus dasar sungai," ujarnya.

Mengenai pintu air yang tidak dibuka saat terjadi hujan besar, Subhan menjelaskan ada prosedur tertentu yang terkait pembukaan pintu air tersebut.

Menurutnya, jika hujan besar terjadi pintu air justru tidak dibenarkan untuk dibuka, karena pertimbangan material sungai yang bisa saja justru menyumbat ruang terbuka di bawah pintu air.

“Jika dibuka, dikhawatirkan material akan menyumbat dan pintu air tidak bisa ditutup kembali,” ujarnya.

Untuk menangani hal itu, pihaknya menurunkan dua ekskavator untuk mengeruk timbunan pasir yang menutup pintu air. Diharapkan aliran air sungai dapat segera normal.

Selain itu, DPUPKP Kabupaten Sleman juga telah menyiapkan 80 bronjong untuk menutup lubang seluas kurang lebih 4x3 meter tersebut, agar tidak terjadi dampak yang lebih luas.



Close Ads X