Menikmati Kuliner Tempo Dulu Dibalut Alunan Keroncong di Sar Londo Magetan...

Kompas.com - 11/02/2019, 08:23 WIB
 Menghadirkan menu jajanan tardisional, Sar Londo di Desa Candi rejo Kabupaten Magetan menjadi destinasi wisata kuliner. Dengan konsep pasar jaman dahulu, para pengunjung diajak mengenang kembali situasi pasar era tahun 1970an. KOMPAS.com/SUKOCO Menghadirkan menu jajanan tardisional, Sar Londo di Desa Candi rejo Kabupaten Magetan menjadi destinasi wisata kuliner. Dengan konsep pasar jaman dahulu, para pengunjung diajak mengenang kembali situasi pasar era tahun 1970an.

MAGETAN , KOMPAS.com - Aroma kopi tercium bergantian dengan aroma sedapnya gula tebu di tengah bangunan yang beratap jerami, di Sar Londo, lapangan Desa Cadi Rejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Aroma khas kopi robusta olahan petani lokal lereng Gunung Lawu disajikan murni tanpa tambahan gula pasir.

Bagi yang tidak suka dengan rasa pahit kopi, turut disajikan gula tebu batu untuk menangkal rasa pahit kopi.

"Menikmatinya dengan cara dicokot (digigit) gula tebunya, sebelum atau sesudah menyeruput kopi,” ujar Hariyanto, pemilik kedai kopi cokot, di Sar Londo, Minggu (10/2/2019).

Selain menyajikan kopi cokot, Hariyanto juga menyajikan penganan ketan oran, ketan yang disajikan dengan parutan kepala dan bubuk kedelai, yang menimbulkan rasa gurih saat dinikmati.

Baca juga: Libur ke Magetan, Ketua KPK Berburu Pecel dan Jenang Grendul

 

Di Sar Londo, pengunjung juga bisa menikmati jajan tempo dulu dari serabi, cenil, getuk, rangin, serta sejumlah jajanan yang bagi sebagian generasi muda cukup asing karena sudah jarang disajikan.

"Saya suka dengan jenang grendul atau rangin. Saya baru pertama merasakan," ujar Rendra, warga Madiun.

Selain jajan tempo dulu, Sar Londo juga menyajikan makanan berat seperti nasi bakar, nasi menok, nasi jagung (nasi ampok), nasi bancaan, nasi soto tradisional, hingga lontong pecel.

Nasi menok merupakan salah satu menu yang menjadi favori pengunjung. Ibu Puji, salah satu pengunjung Sar Londo mengaku, jika nasi menok merupakan makanan kesukaannya sejak masih muda.

"Menok itu nasi yang sudah dimasak pakai santan. Dibungkus pakai daun pisang dan dikukus lagi. Disajikannya dengan bothok atau pake lento. Sekarang susah nyarinya, di sini saja yang ada,” kata dia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Regional
Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Regional
Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Regional
Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Regional
Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Regional
Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Regional
Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Regional
Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Regional
Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Regional
Hilang Saat Longsor di Tanah Datar, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Berhimpitan

Hilang Saat Longsor di Tanah Datar, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Berhimpitan

Regional
Cabuli Siswi SD dan Antarkan Pulang, Pelaku Terjatuh Kaget Lihat Ibu Korban Menunggu di Halaman

Cabuli Siswi SD dan Antarkan Pulang, Pelaku Terjatuh Kaget Lihat Ibu Korban Menunggu di Halaman

Regional
Ramai-ramai Pejabat dan Dewan Kota Bengkulu Sumbang Gaji Perangi Covid-19

Ramai-ramai Pejabat dan Dewan Kota Bengkulu Sumbang Gaji Perangi Covid-19

Regional
Stok Masker Puskesmas Dicuri Sopir Ambulans, oleh Pelaku Dijual di Situs Online Seharga Rp 5 Juta

Stok Masker Puskesmas Dicuri Sopir Ambulans, oleh Pelaku Dijual di Situs Online Seharga Rp 5 Juta

Regional
Tak Liburkan Sekolah Saat Wabah Corona, Kini Wali Kota Prabumulih Minta Siswa Belajar di Rumah

Tak Liburkan Sekolah Saat Wabah Corona, Kini Wali Kota Prabumulih Minta Siswa Belajar di Rumah

Regional
Siswi SMP di OKU yang Dibunuh dan Diperkosa Dimakamkan, Kepsek : Murid Pendiam dan Rajin

Siswi SMP di OKU yang Dibunuh dan Diperkosa Dimakamkan, Kepsek : Murid Pendiam dan Rajin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X