Libur ke Magetan, Ketua KPK Berburu Pecel dan Jenang Grendul

Kompas.com - 10/02/2019, 11:55 WIB
Ketua KPK Agus Rahardjo ditemani Kapolres Magetan AKBP Muhammad Riffai menikmati jajanan jenang grendul tempo dulu di Sar Londo desa Candi Rejo. Ketua KPK memilih berolah raga goes sepeda keliling Magetan dan berburu kuliner khas Magetan di hari liburnya. KOMPAS.com/SUKOCOKetua KPK Agus Rahardjo ditemani Kapolres Magetan AKBP Muhammad Riffai menikmati jajanan jenang grendul tempo dulu di Sar Londo desa Candi Rejo. Ketua KPK memilih berolah raga goes sepeda keliling Magetan dan berburu kuliner khas Magetan di hari liburnya.


MAGETAN, KOMPAS.com - Menikmati hari libur, Ketua KPK Agus Rahardjo memilih berolahraga dengan bersepeda mengelilingi kota kelahirannya, di Magetan, Jawa Timur.

Bersama Kapolres Magetan dan Komandan Kodim 0804 Magetan, Agus Rahardjo terlihat singgah di Sar Londo, Desa Candi Rejo, untuk melepas lelah.

“Yang ngajak goes Pak Kapolres, ini kan dulu di KPK (penyidik di KPK). Saya sudah 2 kali goes di Magetan,” ujar Agus, Minggu (10/2/2019).

Baca juga: Wakil Ketua KPK: Perempuan Berperan Besar Cegah Korupsi


Selain berolah raga, Agus Rahardjo juga berburu kuliner di Sar Londo Desa Candi Rejo. Ketua KPK ini mengaku jika pulang ke Magetan tidak pernah absen untuk menikmati sego pecel khas Magetan, dengan lauk tempe terung yang terkenal gurih.

“Ya pecel kalau ke sini, ditambah tempe dari terung. Kalau di Sar Londo ini jajan zaman dulu lengkap, ada juga jenang grendul,” imbuh dia.

Agus mengaku, senang dengan dibukanya kembali Sar Londo di Desa Candi Rejo, mengingat di pasar tradisional yang di kelola pihak desa tersebut menyajikan kuliner khas zaman dahulu yang dipastikan bebas dari bahan pengawet.

Baca juga: Penyidik KPK yang Jadi Korban Dugaan Penganiayaan Telah Diperiksa Polisi

 

Menu yang di hadirkan di Sar Londo seperti nasi pecel, nasi ampok, hingga sop khas pemilik hajatan manten zaman dahulu, termasuk kuliner seperti jenil jenang grendul, cenil, berbagai jajan tardisional serta minuman seperti kopi cokot.

“Tahun 70-an dulu ada Sar Londo di sini, dan sekarang dihidupkan kembali. Saya senang karena biar anak-anak sekarang kenal dengan jajanan zaman dahulu,” ucap dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mampu Selesaikan Tantangan Gubernur Banten, 2 Santri Diberangkatkan Umroh

Mampu Selesaikan Tantangan Gubernur Banten, 2 Santri Diberangkatkan Umroh

Regional
Cerita di Balik Densus 88 Diminta Lepas Sepatu Saat Geledah Kos Terduga Teroris

Cerita di Balik Densus 88 Diminta Lepas Sepatu Saat Geledah Kos Terduga Teroris

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Regional
Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Regional
Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Regional
Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Regional
Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Regional
Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Regional
Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Regional
Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Regional
Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Regional
5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

Regional
Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Regional
Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Dilanjutkan

Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Dilanjutkan

Regional
Fakta Guru Tewas Ditikam Usai Tegur Siswa yang Merokok di Sekolah, Diduga Kesal hingga Pelaku Kabur

Fakta Guru Tewas Ditikam Usai Tegur Siswa yang Merokok di Sekolah, Diduga Kesal hingga Pelaku Kabur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X