Menperin: Lewat PKH, Keluarga Miskin Bisa Punya Harapan

Kompas.com - 09/02/2019, 19:52 WIB
Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto saat diwawancarai wartawan di Auditorium Universitas Pattimura Ambon, Sabtu (9/2/2019)KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTY Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto saat diwawancarai wartawan di Auditorium Universitas Pattimura Ambon, Sabtu (9/2/2019)

AMBON,KOMPAS.com-Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto mengungkapkan, bantuan program keluarga harapan ( PKH) tidak hanya membantu pemerintah untuk mengatasi kemiskinan, namun juga membuka kesempatan bagi keluarga miskin menjadi keluarga yang punya harapan serta berprestasi.

Hal itu diungkapkan Airlangga kepada wartawan usai menyerahkan paket bantuan PKH dan Bantuan Program Non Tunai (BPNT) tahap pertama untuk ribuan warga penerima manfaat di Auditorium Universitas Pattimura Ambon, Sabtu (9/2/2019).

“PKH berhasil memberikan kesempatan bagi keluarga untuk mempunyai harapan dan untuk menjadi keluarga berprestasi baik itu menjadi wiraswasta,” katanya.

Selain itu, PKH dan BPNT juga ikut memberi peluang bagi anak usia sekolah agar tetap dapat mengenyam pendidikan sama seperti anak-anak lainnya.

”Anak-anak tetap bisa sekolah dan berprestasi,” ujarnya.

Baca juga: Mensos Ungkap 4 Alasan PKH dan BPNT Mampu Turunkan Angka Kemiskinan

Dia menjelaskan, dari catatan Kementerian Sosial, angka penurunan tingkat kemiskinan di masyarakat berkat program PKH sangat dirasakan.

Berkat program tersebut, kata dia, angka kemiskinan mengalami penurunan di bawah 10 persen.

“Secara keseluruhan penurunan kemiskinan di bawah 10 persen yakni 9,6 persen,”ujarnya.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementrian Sosial, Harry Hikmat mengatakan dari tren kelompok penerima manfaat (KPM) yang sudah graduasi meningkat tajam dari 230 ribu lebih di tahun 2018 menjadi 640 ribu KPM yang sudah graduasi sejahtera mandiri.

“Kami berharap di 2019 dengan kenaikan indeks bansos yang naik 2 kali lipat, ini dapat diarahkan untuk memperbaiki komponen kesehatan dan pendidikan, agar bisa mempercepat KPM yang sejahtera mandiri,” ujarnya.

Dia menjelaskan, untuk tahun ini alokasi anggaran PKH yang semula hanya Rp 19,2 trilliun pada tahun 2018, kini naik menjadi Rp 34,4 triliun.

Sementara anggaran BPNT dari semula di tahun 2018 mencakup 10 juta KPM, pada tahun 2019 menjadi 15,6 juta KPM.

Kenaikan itu membuat alokasi bantuan PKH dan BPNT untuk provinsi Maluku juga mengalami kenaikan signifikan yakni menjadi Rp 207.849.555.000 atau mengalami kenaikan dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Jumlah bantuan tersebut akan disalurkan untuk sebanyak 99.217 keluarga penerima PKH dan 125.818 keluarga penerima BPNT. 

Kompas TV Hidup dibawah garis kemiskinan dialami sebuah keluarga di Sukabumi Jawa Barat. 10 orang anggota keluarga mendiami rumah berukuran kecil dengan kondisi yang nyaris ambruk.Selain itu, untuk makan sehari hari keluarga ini hanya mengandalkan nasi aking dan 2 bungkus mie instan untuk memberikan sarapan kepada ke 8 anak yang semuanya telah putus sekolah.



Terkini Lainnya


Close Ads X