Sejumlah Kardus Kotak Surat Suara Rusak Terkena Air Hujan

Kompas.com - 09/02/2019, 19:46 WIB
Sejumlah kotak surat suara yang terbuat dari kardus tampak rusak terkena air di depan gudang logistik KPU Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Sabtu siang (9/2/2019). Sejumlah petugas KPU berusaha menyelamatkan kotak surat suara dengan cara menjemur dan memindahkan ke gudang lainnya yang lebih aman. Kompas.com/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHONSejumlah kotak surat suara yang terbuat dari kardus tampak rusak terkena air di depan gudang logistik KPU Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Sabtu siang (9/2/2019). Sejumlah petugas KPU berusaha menyelamatkan kotak surat suara dengan cara menjemur dan memindahkan ke gudang lainnya yang lebih aman.

CIREBON, KOMPAS.com – Sejumlah kotak surat suara yang tersimpan di dalam gudang logistik Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Kabupaten Cirebon, rusak pada Sabtu (9/2/2019). Hujan deras dan angin kencang membuat air masuk melalui sela-sela gerbang dan menggenangi sejumlah kotak surat suara yang terbuat dari kardus.

Ketua KPU Kabupaten Cirebon Asep Saefudin Jazuli, memperkirakan, kardus yang terkena air berjumlah sekitar 200 dari total sebanyak 14.745 buah kotak surat suara yang sudah disusun.

KPU Kabupaten Cirebon, kata Asep, membutuhkan sebanyak 33.730 kardus kotak surat suara untuk Pemilu serentak April mendatang.

“Hhtung-hitungan saya tidak banyak, paling 100 sampai 200 buah kotak yang terkena air. Saya optimis, tidak semuanya yang dianggap rusak, karena pas dijemur sudah kembali mengering, dan kembali layak sebagai logistik pemilu,” kata Asep.

Pantauan Kompas.com di dalam gudang, bekas garis permukaan air masih sangat tampak jelas di bagian bawah kardus. Tingginya bervariasi sekitar 5 hingga 10 sentimeter. Sebagian lantai di beberapa titik juga masih basah, dan terdapat air. Sementara di luar gudang, sejumlah kotak tampak rusak dan sobek.

Asep menjelaskan, kejadian ini di luar prediksi. KPU Cirebon, kata dia, sudah menggunakan gudang yang bertempat di Kecamatan Plumbon lebih dari satu tahun. Namun, baru kali ini air masuk ke dalam gudang dan menggenang.

“Mungkin curah hujan yang tinggi sekali. Ini di luar dugaan. Ada celah yang tingginya sekitar lima centimeter yang ternyata air bisa masuk, mengalir deras, sehingga membasahi bagian bawah kotak surat suara. Kira-kira sepuluh centimeter yang basah oleh genangan air,” kata dia.

Asep mengaku belum sempat melakukan perhitungan secara detail berapa kardus kotak surat suara yang basah. Dia bersama tim KPU lainnya langsung melakukan langkah penyelamatan. Kardus yang basah segera dijemur, dan kardus yang masih kering dipindah ke gudang lainnya.

Tim KPU akan menghitung seluruh kotak surat suara yang dinyatakan rusak untuk segera diganti. Dia memastikan meski sempat terkena air, kotak surat suara tetap aman dan akan segera tertangani sebelum digunakan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Parahnya Banjir di Medan, Mobil Terbawa Air dan Tersangkut di Pagar

Parahnya Banjir di Medan, Mobil Terbawa Air dan Tersangkut di Pagar

Regional
Kader Ramai-ramai Copot Kaus Paslon yang Diusung PDI-P, Ini Ceritanya

Kader Ramai-ramai Copot Kaus Paslon yang Diusung PDI-P, Ini Ceritanya

Regional
Imbauan Pemkot Medan, Warga dan Perangkat Daerah Diminta Siaga Hadapi Banjir

Imbauan Pemkot Medan, Warga dan Perangkat Daerah Diminta Siaga Hadapi Banjir

Regional
Terpapar Covid-19, Dokter Sahabat Ganjar Ini Kondisinya Membaik Selepas Terapi Plasma Konvalesen

Terpapar Covid-19, Dokter Sahabat Ganjar Ini Kondisinya Membaik Selepas Terapi Plasma Konvalesen

Regional
Siswa Tak Punya Ponsel dan Internet untuk Belajar, Ini Solusinya

Siswa Tak Punya Ponsel dan Internet untuk Belajar, Ini Solusinya

Regional
[POPULER NUSANTARA] 'Aksi di Rumah Mahfud MD Bukan Tanggung Jawab Saya' | Tukang Bakso Ditendang Pembeli

[POPULER NUSANTARA] "Aksi di Rumah Mahfud MD Bukan Tanggung Jawab Saya" | Tukang Bakso Ditendang Pembeli

Regional
Soal Demo di Rumah Mahfud MD, Korlap Mengaku Aksi Susulan dan Inisiatif Massa: Bukan Tanggung Jawab Saya

Soal Demo di Rumah Mahfud MD, Korlap Mengaku Aksi Susulan dan Inisiatif Massa: Bukan Tanggung Jawab Saya

Regional
Bermula 8 Siswa SMK Batuk dan Anosmia, Terbongkar 179 Siswa Positif Covid-19

Bermula 8 Siswa SMK Batuk dan Anosmia, Terbongkar 179 Siswa Positif Covid-19

Regional
4 Nelayan Diselamatkan Kapal Asing Setelah 12 Jam Karam di Tengah Laut

4 Nelayan Diselamatkan Kapal Asing Setelah 12 Jam Karam di Tengah Laut

Regional
Cerita Kemisan Berjalan Kaki 400 Km dari Kulon Progo, Setahun Hilang dan Dirazia Satpol PP di Surabaya

Cerita Kemisan Berjalan Kaki 400 Km dari Kulon Progo, Setahun Hilang dan Dirazia Satpol PP di Surabaya

Regional
Cerita FR yang Hilang di Tambang Pasir, Tidur di 'Backhoe' Saat Awan Panas Gunung Semeru Menerjang

Cerita FR yang Hilang di Tambang Pasir, Tidur di "Backhoe" Saat Awan Panas Gunung Semeru Menerjang

Regional
Cerita Losmen Puri, Penginapan Tua di Denpasar yang Masih Bertahan

Cerita Losmen Puri, Penginapan Tua di Denpasar yang Masih Bertahan

Regional
6 Bupati yang Terinfeksi Covid-19 dalam Sebulan Terakhir

6 Bupati yang Terinfeksi Covid-19 dalam Sebulan Terakhir

Regional
Fakta Terbaru Pengepungan Rumah Mahfud MD, Korlap Tak Mau Tanggung Jawab, Tak Tahu Ada yang Diperiksa Polisi

Fakta Terbaru Pengepungan Rumah Mahfud MD, Korlap Tak Mau Tanggung Jawab, Tak Tahu Ada yang Diperiksa Polisi

Regional
Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X