Fakta Kasus 296 WN Bangladesh di Medan, Korban Penipuan Agen Tenaga Kerja hingga Pelaku Masih Diburu

Kompas.com - 09/02/2019, 16:20 WIB
Selasa (5/2/2019) sekira pukul 22.30 WIB, ditemukan 193 warga Bangladesh dari sebuah ruko di Jalan Pasar V, Kelurahan Cintadamai, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medanhandout Selasa (5/2/2019) sekira pukul 22.30 WIB, ditemukan 193 warga Bangladesh dari sebuah ruko di Jalan Pasar V, Kelurahan Cintadamai, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

KOMPAS.com - Kurang lebih 296 warga negara Bangladesh telah diamankan petugas Imigrasi Medan selama sepekan terakhir.

Ratusan WN Bangladesh tersebut diketahui merupakan korban penipuan oknum agen tenaga kerja ilegal. Ratusan WN Bangladesh tersebut dijanjikan akan bekerja di Malaysia. 

Saat ini petugas sedang memburu pelaku yang diduga kuat sengaja menelantarkan ratusan WN Bangladesh di Kota Medan.


Baca fakta lengkapnya:

1. Sebanyak 296 WN telah diamankan petugas

Ilustrasi imigranKOMPAS.com/ Kiki Andi Pati Ilustrasi imigran

Tim Pengawasan Orang Asing (Pora) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (Kanin Kelas I Khusus TPI) Medan telah mengamankan 296 warga Bangladesh dari beberapa lokasi di Kota Medan selama sepekan terakhir.

Semua imigran tersebut memiliki tujuan yang sama saat masuk ke Kota Medan, yaitu untuk menjadi pekerja di Malaysia.

"Mereka mulai resah karena sampai dengan tanggal kejadian perkara mereka tidak kunjung diberangkatkan ke Malaysia. Malah ditempatkan di ruangan sempit dan diperlakukan tidak manusiawi. Mereka sering dipukul, dibentak, dan jarang diberi makan dan minum. Mereka merasa ditipu agen," ujar Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja, dalam pesan singkatnya kepada Kompas.com, Jumat (8/2/2019).

Baca Juga: Penjelasan Imigrasi Medan soal Warga Bangladesh yang Disekap di Ruko

2. Alasan Kota Medan dipilih oleh pelaku penipuan

Ilustrasi korban perdagangan manusia.THINKSTOCKPHOTOS Ilustrasi korban perdagangan manusia.

Dari hasil penelusuran petugas Imgrasi Kota Medan, oknum agen tenaga kerja menjanjikan pekerjaan di Malaysia. Namun, para korban asal Bangladesh itu justru terdampar di Kota Medan.

Menurut petugas Imgrasi, Kota Medan dipilih oleh pelaku penipuan karena dekat dengan Malaysia. 

"Mereka masuk resmi menggunakan visa bebas kunjungan, paspornya kebangsaan Bangladesh, tapi tujuannya akan dipekerjakan ilegal oleh penyalur yang nakal. Kenapa dipilih Medan karena dekat dengan Malaysia," kata Kepala Kanin Kelas I Khusus TPI Medan Fery Monang Sihite yang dihubungi Kompas.com, Jumat (8/2/2019).

Baca Juga: 193 Warga Bangladesh Ditemukan Disekap dalam Ruko di Medan

3. Imigrasi Medan bantah ada yang terlantar

Ilustrasi imigranKOMPAS.com/ SUPARMAN SULTAN Ilustrasi imigran

Fery Monang Sihite membantah ada imigran yang disekap dan dipukuli saat ditemukan di sebuah ruko di Kota Medan. 

"Aduh, ini simpang siur, yang saya terima sehat. Mereka tertawa-tawa, hanya minta satu kata sama saya, 'Pulangkan saya, Pak.' Oke saya bilang, tapi tidak mudah memulangkan, ada prosesnya," katanya.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Remaja Pemilik Pabrik Ekstasi di Aceh Terancam Hukuman Mati

Remaja Pemilik Pabrik Ekstasi di Aceh Terancam Hukuman Mati

Regional
Cerita di Balik Video Viral Kawanan Lumba-lumba di Perairan Bali Utara, Muncul Pagi Hari di Jalur Transit

Cerita di Balik Video Viral Kawanan Lumba-lumba di Perairan Bali Utara, Muncul Pagi Hari di Jalur Transit

Regional
4 Fakta Perampokan BRI di Kalbar, Pelaku Tusuk Satpam hingga Terekam CCTV

4 Fakta Perampokan BRI di Kalbar, Pelaku Tusuk Satpam hingga Terekam CCTV

Regional
 Tiga Anggota TNI Dikeroyok Saat Bertugas, Puluhan Warga Ditangkap

Tiga Anggota TNI Dikeroyok Saat Bertugas, Puluhan Warga Ditangkap

Regional
Banyak Rebut Aset Pemkot, Khofifah Penasaran 'Wirid' yang Dibaca Risma

Banyak Rebut Aset Pemkot, Khofifah Penasaran "Wirid" yang Dibaca Risma

Regional
Pembunuh Mahasiswa Asal Timor Leste Lebih dari Satu Orang

Pembunuh Mahasiswa Asal Timor Leste Lebih dari Satu Orang

Regional
Suhu Dingin 15,9 Derajat di Malang, Hindari Es dan Keluar Malam

Suhu Dingin 15,9 Derajat di Malang, Hindari Es dan Keluar Malam

Regional
Cegah Penyalahgunaan Dana Reklamasi, KPK Sidak Perusahaan Tambang

Cegah Penyalahgunaan Dana Reklamasi, KPK Sidak Perusahaan Tambang

Regional
Cerita Kakek Mahmud yang Enggan Berpisah dengan Istrinya Saat Pergi Haji Bersama

Cerita Kakek Mahmud yang Enggan Berpisah dengan Istrinya Saat Pergi Haji Bersama

Regional
Kepala Jenazah Mahasiswa Timor Leste yang Terbungkus Selimut Winnie The Pooh Hilang

Kepala Jenazah Mahasiswa Timor Leste yang Terbungkus Selimut Winnie The Pooh Hilang

Regional
Jumlah Siswa di SMK Ini Terus Menyusut, Tahun Ini Hanya Terima 1 Murid Baru

Jumlah Siswa di SMK Ini Terus Menyusut, Tahun Ini Hanya Terima 1 Murid Baru

Regional
Risma Ingin Ubah Nama Jalan Bung Tomo Surabaya

Risma Ingin Ubah Nama Jalan Bung Tomo Surabaya

Regional
Pantai Selatan Yogyakarta Rawan Potensi Gempa dan Tsunami, Ini yang Harus Dilakukan

Pantai Selatan Yogyakarta Rawan Potensi Gempa dan Tsunami, Ini yang Harus Dilakukan

Regional
Tidak Netral Saat Pemilu, Ketua Bawaslu Surabaya Dipecat

Tidak Netral Saat Pemilu, Ketua Bawaslu Surabaya Dipecat

Regional
Cerita Laila-Laili, Si Kembar Lumpuh yang Dibesarkan Penjual Karak

Cerita Laila-Laili, Si Kembar Lumpuh yang Dibesarkan Penjual Karak

Regional
Close Ads X