Penjelasan Imigrasi Medan soal Warga Bangladesh yang Disekap di Ruko

Kompas.com - 09/02/2019, 06:41 WIB
Selasa (5/2/2019) sekira pukul 22.30 WIB, ditemukan 193 warga Bangladesh dari sebuah ruko di Jalan Pasar V, Kelurahan Cintadamai, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan handoutSelasa (5/2/2019) sekira pukul 22.30 WIB, ditemukan 193 warga Bangladesh dari sebuah ruko di Jalan Pasar V, Kelurahan Cintadamai, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan

MEDAN, KOMPAS.com — Tim Pengawasan Orang Asing (Pora) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (Kanin Kelas I Khusus TPI) Medan telah mengamankan 396 warga Bangladesh dari beberapa lokasi di Kota Medan.

Semua imigran tersebut memiliki tujuan yang sama saat masuk ke Kota Medan, yaitu untuk menjadi pekerja di Malaysia.

"Mereka masuk resmi menggunakan visa bebas kunjungan, paspornya kebangsaan Bangladesh, tapi tujuannya akan dipekerjakan ilegal oleh penyalur yang nakal. Kenapa dipilih Medan karena dekat dengan Malaysia," kata Kepala Kanin Kelas I Khusus TPI Medan Fery Monang Sihite yang dihubungi Kompas.com, Jumat (8/2/2019).

Ratusan warga Bangladesh itu sampai di Kota Medan seperti wisatawan. Namun, mereka masuk dengan cara bergelombang, lalu oleh para penyalur ditempatkan di rumah toko (ruko) yang sudah disiapkan. Mereka inilah yang diamankan Imigrasi pada Selasa (5/2/2019) malam.

Fery mengatakan, karena para pendatang tersebut korban penipuan, pertimbangannya adalah dari sisi kemanusiaan.

"Izin tinggal mereka ada yang sudah habis serta hampir habis masa berlakunya. Mereka minta segera dipulangkan karena sudah cukup menderita di sini. Mungkin langkah yang kami ambil adalah deportasi dengan pencekalan. Kasihan mereka, makanya saya perlakukan manusiawi. Kantor saya kecil, jadi ditempatkan di Belawan, tapi tetap kami supervisi," kata Fery.

Baca juga: Lagi, 8 Warga Bangladesh Ditemukan di Seputaran Rel Kereta Api di Medan

Soal pelaku penipuan, dia menduga dilakukan oleh orang yang sama. Hanya sampai hari ini belum terungkap.

"Biasalah, kalau sudah seperti ini, lari sana lari sini. Kita kedepankan dulu kemanusiaan, tapi ini akan menjadi kajian kami untuk bahan masukan kepada pimpinan. Mungkin pemberian visa ini bisa didiskusikan lagi," ucapnya.

Ratusan warga Bangladesh itu, lanjutnya, semuanya laki-laki usia produktif. Kondisinya sehat dan memiliki paspor Bangladesh.

Fery membantah pemberitaan yang menyatakan para imigran disekap dan dipukuli.

"Aduh, ini simpang siur, yang saya terima sehat. Mereka tertawa-tawa, hanya minta satu kata sama saya, 'Pulangkan saya, Pak.' Oke saya bilang, tapi tidak mudah memulangkan, ada prosesnya," katanya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X