Kronologi Caleg Gerindra Ditemukan Tewas Tergantung di Rumahnya

Kompas.com - 08/02/2019, 18:51 WIB
Ilustrasi.THINKSTOCK Ilustrasi.

 

PADANG, KOMPAS.com — Warga menemukan SF, seorang calon anggota legislatif dari Partai Gerindra, tewas tergantung di rumahnya di Taratak Sungai Lundang, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Rabu (6/2/2019).

Kapolsek Koto XI Tarusan Iptu HM Thamrin mengatakan, caleg untuk DPRD Pesisir Selatan (Pessel) dari Dapil II itu ditemukan pertama kali oleh adik angkat korban yang datang dari Sungai Penuh, Provinsi Jambi, bernama Lili dan suaminya, Putra.

Di depan rumah rumah korban, lanjutnya, kedua saksi mendengar anak korban berinisial I (12) menangis. Saat itu, kondisi lampu di dalam rumah korban dalam keadaan mati. Kemudian, saksi membuka pintu rumah korban.


Baca juga: Cerita Saksi Temukan Caleg Gerindra Tewas Tergantung, Sang Anak Terus Menangis

Begitu keduanya masuk dan bertanya tentang bundanya kepada anak korban, dia tidak menjawab dan terus menangis sambil menunjuk bahwa bundanya berada di dalam kamar. Kedua saksi lalu memanggil korban, tetapi tak ada jawaban dari dalam kamar.

"Kemudian, kedua saksi membuka pintu kamar korban, tapi pintu dalam keadaan terkunci. Diduga terjadi sesuatu hal, kedua saksi kemudian mendobrak pintu kamar tersebut. Begitu pintu terbuka, keduanya kaget melihat bahwa korban dalam kondisi gantung diri," ungkap Thamrin saat dikonfirmasi, Kamis (7/2/2019) siang.

Kedua saksi, menurut dia, lalu berlarian keluar rumah sambil berteriak minta tolong. Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut langsung kaget dan menghampiri saksi tersebut untuk menanyakan yang terjadi.

Sejumlah warga lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Koto XI Tarusan.

"Setelah menerima informasi dari warga, sejumlah anggota langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian. Namun, saat kami sampai di lokasi kejadian, jasad korban sudah diturunkan," katanya.

Menurut keterangan sejumlah warga, tali nilon yang menggantung korban itu diputuskan oleh suami korban, HJ, yang langsung bertindak spontan begitu mengetahui bahwa istrinya tewas tergantung.

"Saat kejadian, memang suami korban ini tidak di rumah. Suaminya tahu kejadian itu begitu dia pulang ke rumah. Jadi, suami korbanlah yang memutus tali tersebut, dan korban langsung dilarikan ke Puskemas BB Belantai. Dari pemeriksaan tim medis Puskesmas, korban dinyatakan telah meninggal dunia," ujar Thamrin.

Baca juga: Caleg Gerindra Ditemukan Tewas Tergantung di Rumahnya

Saat ini, jasad perempuan berusia 35 tahun tersebut sudah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumbar untruk diotopsi.

"Penyebab kematiannya belum bisa kami sampaikan karena pemeriksaan jasad korban oleh pihak RS Bhayangkara Polda Sumbar masih berlangsung. Jadi, kami belum bisa menyimpulkan apakah korban bunuh diri atau tidak," tutur Thamrin.

Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara terhadap jasad korban, menurut Thamrin, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Namun, ditemukan air seni di celana korban.

"Jadi, jasad korban dibawa ke rumah sakit karena pihak keluarga korban tidak puas dari hasil pemeriksaan sementara yang telah dilakukan," ujarnya.

 


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Wanita Caleg Dari Gerindra Ini Tewas Gantung Diri

 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Regional
Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Regional
Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Regional
25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

Regional
Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Regional
Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Regional
Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Regional
Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Regional
Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Regional
Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Regional
6 Fakta Proyek 'Underpass' Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

6 Fakta Proyek "Underpass" Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

Regional
Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Regional
Duduk Perkara Cerita Viral Perempuan Pendaki Gunung Rinjani Disetubuhi Saat Hipotermia...

Duduk Perkara Cerita Viral Perempuan Pendaki Gunung Rinjani Disetubuhi Saat Hipotermia...

Regional
Geger Bayi Meninggal karena Ditolak Rumah Sakit, Ini Penjelasannya

Geger Bayi Meninggal karena Ditolak Rumah Sakit, Ini Penjelasannya

Regional
[POPULER NUSANTARA] 'Underpass' Kentungan Yogyakarta Ambles | PAN Bantah Amien Rais Pernah Nazar Jalan Kaki Yogya-Jakarta

[POPULER NUSANTARA] "Underpass" Kentungan Yogyakarta Ambles | PAN Bantah Amien Rais Pernah Nazar Jalan Kaki Yogya-Jakarta

Regional
Close Ads X