Modus Istri Penjual Es Campur Tutupi Keterlibatan Pembunuhan Suaminya

Kompas.com - 08/02/2019, 15:45 WIB
Ilustrasi penangkapanThink Stock Ilustrasi penangkapan

ACEH UTARA, KOMPAS.com – JAM (30), istri korban pembunuhan Jazuli Ismail (34) mengaku suaminya dibunuh oleh perampok pada 15 September 2019 sekitar pukul 02.30 WIB dini hari.

Bahkan, JAM mengaku mendengar suara sepeda motor di luar rumah yang diduga sebagai pelaku pembunuhan. Pengakuan JAM itu disampaikan ke penyidik Polres Aceh Utara.

Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, Iptu Rezki Kholiddiansyah, Jumat (8/2/2019), menyebutkan, JAM juga mengaku melihat seorang pria lari dari samping rumahnya.

“Namun penyelidikan kita menunjukkan lemah pembuktian bahwa itu perampokan. Saksi-saksi menjelaskan ada yang mengantar pelaku ke rumah itu, namun eksekusi pembunuhan itu hanya dilihat oleh JAM dan AM. Tidak ada keterlibatan orang lain sejauh ini,” kata Rezeki.

Bahkan, JAM berpura-pura tidak terlibat dalam pembunuhan itu. Dia bersikukuh bahwa pelaku orang tak dikenal dan merampok rumah mereka. Dalilnya, uang sekitar Rp 3 juta hilang.

Setelah pembunuhan itu, AM, yang juga berhubungan cinta dengan JAM melarikan diri ke Medan, Sumatera Utara. Lalu sepekan kemudian, JAM pergi ke Banda Aceh dengan alasan menghadiri acara keluarga.

Baca juga: Kronologi Kejadian Pedagang Es Campur Tewas di Tangan Istri di Aceh Utara

Polisi menangkap keduanya di Medan dan Banda Aceh pada 22 Januari 2019. Belakangan, sambung Rezki, JAM mengaku tidak ikut membunuh dalam arti membacok, menusuk dan menggorok leher Jazuli.

“Namun dia (JAM) yang membukakan pintu rumah untuk AM masuk membunuh Jazuli. Karena AM ini menunggu di belakang rumah, sampai suaminya tertidur. Barulah dibunuh oleh AM,” terangnya.

JAM dua hari lalu tak ingin berbincara banyak kepada wartawan. Dia lebih banyak terdiam saat ditemui di Mapolres Aceh Utara.

“Apa pun yang saya katakana tak akan mengeluarkan saya dari sini (tahanan Polres),” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Jazuli (34), pedagang es campur asal Desa Ujong Kulam, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, ditemukan tewas di tempat tidur kamarnya.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Pedagang Es Campur Segera Direkonstruksi

Korban ditemukan oleh istrinya, JAM (30) dalam kondisi bersimpah darah dengan leher terluka parah pada Sabtu, 15 September 2018 sekitar pukul 02.30 WIB.

Belakangan polisi menetapkan JAM dan selingkuhannya, MA sebagai tersangka. Keduanya kini ditahan di Mapolres Aceh Utara.



Close Ads X