Polisi Kepri Gagalkan Pengiriman 39 Pekerja Ilegal Asal Indonesia

Kompas.com - 08/02/2019, 13:19 WIB
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri kembali berhasil mengamankan 39 pekerja migran Indonesia ilegal yang akan dikirim ke Malaysia via jalur Singapura. KOMPAS.com/ HADI MAULANADirektorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri kembali berhasil mengamankan 39 pekerja migran Indonesia ilegal yang akan dikirim ke Malaysia via jalur Singapura.

BATAM, KOMPAS.com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri mengamankan 39 pekerja migran ilegal asal Indonesia yang akan dikirim ke Malaysia via jalur Singapura.

Pengiriman pekerja migran gelap asal Indonesia itu dilakukan melalui Pelabuhan Feri Internasional Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (6/2/2019). Setiap calon pekerja ilegal dipungut ongkos Rp 5 juta hingga Rp 9 juta.

Selain itu, jajaran Ditreskrimsus juga mengamankan 4 orang yang diduga terlibat dalam proses pengiriman pekerja ilegal. Polisi juga mengamankan tiga mobil yang dipakai untuk sarana transportasi pekerja ilegal, yakni dua unit minibus dan satu mobil Toyota Cayla.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga mengatakan, pengungkapan kasus itu berawal saat Ditreskrimsus Polda Kepri menerima informasi akan ada pengiriman puluhan pekerja migran Indonesia ke Malaysia. Setelah dikembangkan, proses pengiriman ini akhirnya dapat digagalkan.

"Informasi dari masyarakat langsung ditindaklanjuti Tim Subdit IV Ditreskrimsus. Dan, akhirnya berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ini dan menyelamatkan 39 PMI (pekerja migran ilegal) tersebut," kata Erlangga saat konferensi pers di Mapolda Kepri, Jumat (7/2/2019) kemarin.

Baca juga: KKP Selamatkan 47 Pekerja Migran Ilegal yang Sembunyi di Semak

Para pekerja ilegal ini mayoritas berasal dari beberapa wilayah di Jawa Timur, termasuk Surabaya dan Lumajang. Selain itu, ada juga yang berasal dari Lombok, Sulawesi, dan Jawa Tengah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dari 39 PMI, di antaranya 22 orang laki-laki dan 17 perempuan," katanya.

Sementara untuk 4 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini masing-masing bernama Alex (44), Efendi (42), Ahmadi Setiawan (36) dan Mawardi (42).

"Keempatnya memiliki peran masing-masing, mulai dari yang merekrut hingga yang mengantar sampai ke lokasi kerja di Malaysia," jelas Erlangga.

Untuk bisa diberangkat ke Malaysia menjadi pekerja ilegal, per orang diminta ongkos dengan jumlah yang bervariasi, mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 9 juta.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X