Erupsi Gunung Karangetang, 486 Warga di Desa Batubulan Terisolir

Kompas.com - 08/02/2019, 13:08 WIB
Kodim 1301 Sangihe saat membantu evakuasi warga, 3 Februari 2019. Dokumen Kodim 1301 SangiheKodim 1301 Sangihe saat membantu evakuasi warga, 3 Februari 2019.

MANADO, KOMPAS.com -Sebanyak 486 warga di Desa Batubulan, Kecamatan Siau Barat Utara, terisolir akibat letusan Gunung Karangetang, di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara.

"Iya betul, Desa Batubulan sudah terisolir sejak Selasa (5/2/2019). Di sana, penduduknya ada 508 jiwa, yang sudah keluar ada 22 jiwa. Mereka pergi ke rumah saudara-saudaranya. Jadi masih ada 486 jiwa," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro Bob Wuaten, saat dihubungi Kompas.com via telepon, Jumat (8/2/2019) pukul 12.48 Wita.

Ia menjelaskan, warga di Desa Batubulan memang meminta tetap berada di situ karena masih relatif aman.

"Yang mengungsi di Batubulan itu 17 kepala keluarga, karena rumah mereka berada di daerah yang harus steril. Itu sesuai arahan pusat vulkanologi," terang Bob.

Baca juga: Letusan Gunung Karangetang, 137 Warga yang Mengungsi di Desa Kawahang Dipindahkan

Dia menambahkan, pihaknya tetap menyalurkan bantuan bagi warga di Desa Batubulan.

"Bantuan untuk pengungsi masih cukup 15 hari. Kemudian bagi warga sudah dikasih bantuan pangan, berupa beras dari Dinas Sosial ada 500 kilogram. Jadi masih cukuplah buat tiga sampai empat hari," kata Bob.

Menurut Bob, warga yang dipindahkan ke shelter pengungsian di Desa Paseng, saat ini ada 138 jiwa.

" Warga di sana sudah agak aman. Cuma masih ada kekurangan sedikit, jumlah kasur masih perlu ditambah. Jadi sementara diupayakan, paling tidak Sabtu (9/2/2019) pagi sudah ada kasur semua," sebutnya.

Ia juga mengatakan, saat ini status Gunung Karangetang sudah tanggap darurat.

"Itu mulai tanggal 6 Februari 2019. Rencana ini 7 hari. Kalau keadaan aktivitas gunung masih tinggi bisa diperpanjang, fleksibel. Tanggap darurat hanya 7 hari ini, supaya kita lebih cepat. Karena target hanya mengeluarkan orang dari daerah steril itu," ucap dia.

Untuk jumlah personel, kata Bob, pihaknya mengerahkan 40 petugas.

"Basarnas sekitar 30-an, dan juga dari Polri-TNI. Lumayan cukup. BNPB ada lima personel, sekarang mereka ada di Siau mendampingi BPBD Sitaro melaksanakan kegiatan penanganan darurat ini," jelasnya.

Dikatakannya, bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut sudah ada.

"BPBD Sulut kemarin datang, mereka membawa peralatan tempat tidur dan logistik," jelas Bob.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X