Gunung Agung Erupsi Keluarkan Cahaya Api dan Gas Fluida

Kompas.com - 08/02/2019, 12:54 WIB
Gunung Agung saat meletus, dilihat dari arah Pura Besakih, di lereng selatan. Persis pada letusan Gunung Agung tahun 1963 itu, masyarakat setempat merayakan upacara Eka Dasa Rudra.  Arsip KompasGunung Agung saat meletus, dilihat dari arah Pura Besakih, di lereng selatan. Persis pada letusan Gunung Agung tahun 1963 itu, masyarakat setempat merayakan upacara Eka Dasa Rudra.

DENPASAR, KOMPAS. com - Gunung Agung yang terletak di Karangasem, Bali kembali meletus pada Jumat (8/2/2019) pukul 00.12 Wita.

Erupsi terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi ± 1 menit 37 detik.

Kepala Pos Pantau Gunung Agung Dewa Mertayasa saat dihubungi mengatakan, ketinggian kolom abu tidak teramati. Namun, dari puncak gunung terlihat kilatan cahaya api.

"Kejadiannya malam jadi kolom abu tidak terlihat. Tapi di puncak terlihat cahaya api, " kata Mertayasa.

Baca juga: Seorang Warga Rusia Dievakuasi Tim SAR dari Gunung Agung

Dijelaskan Mertayasa, tidak terdengar suara gemuruh sebelum terjadi letusan.

Lontaran material vulkanik hanya terjadi di puncak kawah, tidak sampai melewati zona radius bahaya.

Dia menambahkan, letusan yang terjadi bertipe strombolien. mengeluarkan gas fluida. Walau demikian semburan gas belum sampai masuk ke pemukiman warga.

"Letusannya masih kecil, gas fluida tidak sampai ke pemukiman warga, " jelas Mertayasa. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kritik Kebijakan Bupati Lewat Facebook, Ketua PGRI Jember Diperiksa Inspektorat

Kritik Kebijakan Bupati Lewat Facebook, Ketua PGRI Jember Diperiksa Inspektorat

Regional
Jual 20 Gadis Lewat MiChat, Penjual Mainan Anak Ditangkap

Jual 20 Gadis Lewat MiChat, Penjual Mainan Anak Ditangkap

Regional
Kerangka Manusia Ditemukan di Kebun Sawit Luwu Utara, Ini Hasil Penyelidikan Polisi

Kerangka Manusia Ditemukan di Kebun Sawit Luwu Utara, Ini Hasil Penyelidikan Polisi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 11 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 11 Agustus 2020

Regional
PDI-P Umumkan Calon Pengganti Risma pada 19 Agustus 2020, Siapa Dia?

PDI-P Umumkan Calon Pengganti Risma pada 19 Agustus 2020, Siapa Dia?

Regional
Anggota DPRD Tak Percaya Covid-19, Walkot Ambon: Tinggal Saja di Lokasi Karantina

Anggota DPRD Tak Percaya Covid-19, Walkot Ambon: Tinggal Saja di Lokasi Karantina

Regional
Ayah Bunuh Bayi 40 Hari karena Ditolak Istri Saat Minta Berhubungan Badan, Begini Kronologinya

Ayah Bunuh Bayi 40 Hari karena Ditolak Istri Saat Minta Berhubungan Badan, Begini Kronologinya

Regional
CCTV Rusak, Penyebab Hilangnya 33 Tiang Pembatas Jembatan Ampera Masih Misterius

CCTV Rusak, Penyebab Hilangnya 33 Tiang Pembatas Jembatan Ampera Masih Misterius

Regional
Sisi Jalan Tol Palindra Ogan Ilir Terbakar, Jarak Pandang Pengendara Sempat Terganggu

Sisi Jalan Tol Palindra Ogan Ilir Terbakar, Jarak Pandang Pengendara Sempat Terganggu

Regional
Merasa Dihina di Medsos, Anggota DPRD Ciamis Laporkan Anak Gadisnya ke Polda Jabar

Merasa Dihina di Medsos, Anggota DPRD Ciamis Laporkan Anak Gadisnya ke Polda Jabar

Regional
Ngajar di Pedalaman, Guru Honorer Ini Dihadiahi Rp 15 Juta dari Jokowi

Ngajar di Pedalaman, Guru Honorer Ini Dihadiahi Rp 15 Juta dari Jokowi

Regional
Uji Klinis Fase 3 Resmi Dimulai, Erick Thohir Pastikan Calon Vaksin Covid-19 Halal

Uji Klinis Fase 3 Resmi Dimulai, Erick Thohir Pastikan Calon Vaksin Covid-19 Halal

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Agustus 2020

Regional
Seorang Wartawan di Kalsel Divonis 3 Bulan Penjara karena Berita

Seorang Wartawan di Kalsel Divonis 3 Bulan Penjara karena Berita

Regional
22 Rumah Adat Sumba Terbakar karena Faktor Alam, Ini Kronologinya

22 Rumah Adat Sumba Terbakar karena Faktor Alam, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X