Kompas.com - 07/02/2019, 18:50 WIB
Bulus atau abi-labi jenis labi-labi bintang yang ditemukan di Sungai Sempor, Dusun Mayaran, Kelurahan Triharjo, Sleman. Labi-labi jenis ini termasuk hewan langka di dunia. Dokumentasi BKSDA DIYBulus atau abi-labi jenis labi-labi bintang yang ditemukan di Sungai Sempor, Dusun Mayaran, Kelurahan Triharjo, Sleman. Labi-labi jenis ini termasuk hewan langka di dunia.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Seekor bulus atau labi-labi langka ditemukan warga di Sungai Sempor, Dusun Manyaran, Kelurahan Triharjo, Kabupaten Sleman.

Labi-labi Bintang atau bernama ilmiah Chitra Chitra ini diperkirakan berusia 50 tahun dan memiliki ukuran tubuh cukup besar dengan panjang 90 cm dan lebar 60 cm.

Kepala BKSDA DIY Junita Parjanti mengatakan awalnya tanggal 31 Januari 2019 ada laporan dari Komunitas Hulu Jogja bahwa telah ditemukan seekor labi-labi di Sungai Sempor. 

"Tim quick response BKSDA DIY tanggal 1 Februari lalu merespon dan langsung menuju lokasi penemuan," ujar Kepala BKSDA DIY Junita Parjanti saat dihubungi Kompas.com, Kamis (07/02/2019). 

Baca juga: Hujan ES Landa Wilayah Seyegan, Sleman

Tim BKSDA DIY lalu melakukan pendekatan kepada warga yang menemukan. Dari pendekatan dan penjelasan bahwa labi-labi tersebut jenis satwa langka maka warga yang menemukan hewan tersebut dengan sukarela menyerahkannya kepada BKSDA DIY.

"Jadi kita lakukan pendekatan, kita jelaskan bahwa jenis itu dilindungi undang-undang dan langka atau terancam punah, warga mau menyerahkan dengan suka rela," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Labi-labi ini lantas oleh BKSDA DIY pada Rabu (06/02/2019) diserahkan ke Gembira Loka Zoo.

Terancam punah

Sementara itu, Manajer Konservasi Gembira Loka Zoo Josephine Vanda Tirtayani menyampaikan, labi-labi yang ditemukan jenisnya adalah Labi-labi Bintang atau nama ilmiahnya Chitra Chitra.

"Estimasi usianya sekitar 50 tahun. Ukuran tubuhnya panjang 90 cm dan Lebar 60 cm," ungkapnya.

Baca juga: Sri Sultan: Kasus Pesta Seks di Sleman Memalukan

Vanda menuturkan status di alam liar jenis Chitra Chitra ini terancam punah. Bahkan masuk dalam daftar merah pada Internasional Union for Conservation of Nature (IUCN).

"Spesies ini kehilangan habitat asli dan hampir punah karena eksploitasi untuk konsumsi makanan manusia dan perdagangan liar," katanya.

"Secara ukuran mungkin bukan yang terbesar, tetapi temuan yang besar karena Ini kan spesies yang langka," imbuhnya.

Menurutnya saat ini labi-labi Bintang ini berada di karantina Gembira Loka Zoo untuk dicek kesehatanya. Dari pemeriksaan ditemukan beberapa luka di tubuh labi-labi berusia 50 tahun tersebut.

Baca juga: Sehari-hari, Terduga Teroris di Sleman Buka Warung Makan

"Ada luka di tubuh kanan dan kiri, lalu bagian atas, terlihat merah. Lukanya dari mana ? Karena apa ? Kita tidak ada informasi langsung," ungkapnya.

Saat ini, Labi-labi sedang dalam proses pengobatan di Karantina. Nantinya setelah kondisinya baik, baru akan dikeluarkan dari Karantina.

"Medis sedang proses mengobatan, sampai dinyatakan boleh keluar, baru kita lepas kelandang. Tentu kita akan sesuaikan pakannya, kita tes ada beberapa jenis ikan, nanti Dia mau yang mana," tuturnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.