Apel Pengamanan Pemilu 2019, Kodam Pattimura Libatkan 3.200 Personel

Kompas.com - 07/02/2019, 10:02 WIB
Kompas TV Rapat pimpinan TNI-polri digelar di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (29/1). Rapat dibuka oleh Menko Polhukam Wiranto yang membahas persiapan pengamanan pemilu 2019. Seusai membuka rapat, Menko Polhukam, Kapolri, dan Panglima TNI langsung menuju Istana Negara untuk menemui Presiden Joko Widodo.

Setelah massa dapat dikendalikan, aparat kemudian memberikan arahan kepada warga agar tidak terprovokasi dan dapat menjaga situasi kemanaan agar tetap kondusif.

Pangdam XVI Pattimura, Mayjen TNI Marga Taufiq usai simulasi mengatakan, kegiatan tersbeut sengaja digelar untuk untuk mengantisipasi adanya kemungkinan gangguan keamanan saat berlangsungnya Pemilu 2019 mendatang.

“Agar saat pelaksanaannya nanti kalau terjadi apa-apa kita tidak grogi lagi,”ungkapnya kepada waratwan di Lapangan Merdeka Ambon, Kamis (7/2/2019).

Dia mengatakan apel pengamanan dan simulasi yang melibatkan 3.200 personel TNI/Polri ini dilakukan itu untuk melatih setiap anggota agar dapat mengambil tindakan yang tepat dan terukur manakala terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat pemilu berlangsung.

“Sekali lagi ini adalah satu tindakan yang betul-betul kalau terjadi tapi kita harapkan jangan sampai terjadi. Jadi ini untuk melatih mekanisme penindakan setiap aparat di lapangan,”ujarnya.

Selain dihadiri Pangdam Pattimura, kegiatan tersebut juga ikut dihadiri Kapolda Maluku Irjen Royke Lumowa bersama sejumlah pejabat Polda Maluku, Kasdam Pattimura dan seluruh pejabat Kodam Pattimura.  

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X