Pro Kontra RUU Permusikan, Komisi X Buka Kesempatan Masyarakat Sampaikan Masukan

Kompas.com - 07/02/2019, 07:01 WIB
Kunjungan kerja sejumlah anggota komisi x DPR RI di kantor Pemkab Magelang, Jateng, Rabu (6/2/2019). KOMPAS.com/IKA FITRIANA Kunjungan kerja sejumlah anggota komisi x DPR RI di kantor Pemkab Magelang, Jateng, Rabu (6/2/2019).

MAGELANG, KOMPAS.com - Komisi X DPR RI membuka kesempatan masyarakat untuk memberikan masukan dalam rapat dengar pendapat (RDP) Rancangan Undang Undang (RUU) Permusikan.

Seperti diketahui, RUU tersebut kini tengah menjadi pembicaraan hangat, khususnya di kalangan pemusik tanah air. Beberapa dari mereka menolak RUU tersebut.

Anggota Komisi X DPR RI Marlinda Irwanti mengatakan tidak masalah jika ada kalangan yang menolak RUU Permusikan.

“Ya tidak ada masalah (ada penolakan), mereka yang tidak setuju atau ingin memberikan masukan, Komisi X sangat membuka kesempatan karena ada rapat dengar pendapat (RDP), ada rapat dengar pendapat umum (RDP U) yang nanti silakan memberikan masukan terhadap naskah akademik,” katanya di sela-sela kunjungan kerja ke Kantor Pemkab Magelang, Rabu (9/2/2019).

Baca juga: Menurut Pemerintah, Pembahasan RUU Permusikan Sebaiknya Tidak Dilanjutkan

Politisi Partai Golkar itu menjelaskan, saat ini Komisi X belum melakukan pembahasan secara detail tentang RUU Permusikan, meskipun sudah ada naskah akademiknya.

“RUU Musik kan belum membahas. Jadi RUU Musik itu, saya jelaskan RUU Musik diajukan pada Prolegnas di Baleg dan belum dibahas secara detail oleh Komisi X,” jelasnya.

“Memang sudah ada naskah akademiknya, tapi naskah akademik itu masih mentah, belum ada RDP (rapat dengar pendapat), belum ada RDP U (rapat dengar pendapat umum) dan lain sebagainya,” lanjut Marlinda.

Menurutnya, membahas RUU bukan pekerjaan sederhana karena membutuhkan tahapan dan waktu lama.

Marlinda mencontohkan, pembahasan RUU Pemajuan Kebudayaan yang memakan waktu 4 periode atau 20 tahun.

“Nah harapan kita, ya untuk RUU Musik bisa lebih cepat, tapi kami tidak bisa melakukan pembahasan sekarang karena masa kerja kita sudah mau reses tanggal 14 Februari. Kemudian kena Pileg 2019, mungkin pembahasan akan dilakukan setelah pileg,” ungkapnya.

Kompas TV Diawali dengan persembahyangan di depan Wihara, kirab barongsai dan naga ini mengelilingi jalan di kawasan Wihara. Pada kirab ini 5 barongsai dan seekor naga diarak berkeliling sebagai bentuk ritual tolak bala. Di setiap persimpangan jalan yang dilalui peserta kirab dilakukan upacara Amita Puja ditandai dengan 5 sesaji yang terdiri dari 4 mata angin dan tengah. Usai upacara iring iringan naga dan barongsai melakukan atraksi berkeliling dengan musik khas tradisional Tionghoa. Menurut kepercayaan etnis Tionghoa tradisi ini bertujuan untuk menghilangkan pengaruh buruk dan menolak bala serta memohon keselamatan kepada sang pencipta.




Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Yogya Melonjak, Sultan HB X Soroti Perilaku Masyarakat

Kasus Covid-19 di Yogya Melonjak, Sultan HB X Soroti Perilaku Masyarakat

Regional
'Tracing' Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

"Tracing" Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

Regional
Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

Regional
10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

Regional
4 Bulan Zona Hijau, Rokan Hilir Masuk Zona Merah Covid-19

4 Bulan Zona Hijau, Rokan Hilir Masuk Zona Merah Covid-19

Regional
Bersiap Kedatangan Jokowi, Babel Akan Pamerkan Keberhasilan Bendungan

Bersiap Kedatangan Jokowi, Babel Akan Pamerkan Keberhasilan Bendungan

Regional
Ini Kontak yang Bisa Dihubungi Korban Fetish Kain Jarik, Kerahasiaan Dijamin

Ini Kontak yang Bisa Dihubungi Korban Fetish Kain Jarik, Kerahasiaan Dijamin

Regional
Terungkap, Gajah Sumatera Ditembak dengan Senjata Laras Panjang

Terungkap, Gajah Sumatera Ditembak dengan Senjata Laras Panjang

Regional
Dapat Dukungan dari Gerindra, Gibran Bakal Sowan ke Prabowo di Jakarta

Dapat Dukungan dari Gerindra, Gibran Bakal Sowan ke Prabowo di Jakarta

Regional
Tepergok Bawa Sabu Pesanan Suami Saat Besuk, Wanita Ini Nekat Lempar Barang Bukti

Tepergok Bawa Sabu Pesanan Suami Saat Besuk, Wanita Ini Nekat Lempar Barang Bukti

Regional
Usaha Karaoke Masih Ditutup, Wali Kota Ambon: Nyanyi Tidak Bisa Pakai Masker

Usaha Karaoke Masih Ditutup, Wali Kota Ambon: Nyanyi Tidak Bisa Pakai Masker

Regional
Kabupaten Pesisir Selatan Protes Disebut Zona Kuning Covid-19

Kabupaten Pesisir Selatan Protes Disebut Zona Kuning Covid-19

Regional
Pamit Cari Sagu, Dua Anak Perempuan Hilang di Dalam Hutan

Pamit Cari Sagu, Dua Anak Perempuan Hilang di Dalam Hutan

Regional
Pasangan Suami Istri Tewas Dibunuh Rekan Bisnis, Pelaku: Korban Menuduh Saya Maling

Pasangan Suami Istri Tewas Dibunuh Rekan Bisnis, Pelaku: Korban Menuduh Saya Maling

Regional
Guru SMP Meninggal Positif Covid-19, Sempat Datangi Sekolah dan Berinteraksi dengan Rekan Kerja

Guru SMP Meninggal Positif Covid-19, Sempat Datangi Sekolah dan Berinteraksi dengan Rekan Kerja

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X