Penyebab Retaknya Kaca Kokpit Pesawat NAM Air Masih Diselidiki

Kompas.com - 06/02/2019, 18:18 WIB
Pesawat Nam Air (Sriwijaya Gorup) yang kaca bagian kokpit retak saat diperbaiki teknisi di Bandara Depati Amir Pangkal Pinang, Rabu (6/2/2019). KOMPAS.com/HERU DAHNURPesawat Nam Air (Sriwijaya Gorup) yang kaca bagian kokpit retak saat diperbaiki teknisi di Bandara Depati Amir Pangkal Pinang, Rabu (6/2/2019).

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Station Manager NAM Air Pangkal Pinang Tata Subrata menyatakan, penyebab keretakan pada kaca kokpit salah satu pesawat mereka di Bandara Depati Amir Pangkal Pinang masih dalam penyelidikan.

"Memang ada retak di bagian kaca kokpit. Hanya sebagian saja dari 16 bagian kaca di kokpit itu," kata Tata, di Bandara Depati Amir Pangkal Pinang, Rabu (6/2/2019).

Dia menuturkan, kerusakan ditemukan saat malam hari sebelum keberangkatan. Ketika itu, petugas melakukan pengecekan rutin terhadap pesawat yang akan diberangkatkan pagi harinya.

"Ketika ditemukan retak, kami minta penumpang dibawa dengan pesawat lain. Salah satunya dengan pesawat Sriwijaya SJ 071," ucap dia.

Baca juga: Kaca Kokpit Pesawat Retak, 109 Penumpang NAM Air Dialihkan

Hingga Rabu sore, sejumlah teknisi pesawat NAM Air (Sriwijaya Air Group) masih melakukan perbaikan kaca kokpit yang retak.

Distrik Manager Sriwijaya Air Pangkal Pinang, Kianse mengatakan, perbaikan membutuhkan waktu cukup lama. Sementara, suku cadang tidak tersedia di Pangkal Pinang sehingga harus didatangkan dari Jakarta.

"Sparepart sudah dikirimkan pesawat dari Jakarta pagi tadi. Karena butuh waktu cukup lama, penumpang kami alihkan," kata Kianse.

"Untuk penumpang, kami berangkatkan secara estafet karena memang semua fligth hari ini full seat. Termasuk maskapai lain juga full seat karena arus balik Imlek," tambah dia.

Total 109 penumpang dari Pangkal Pinang tujuan Jakarta di pesawat itu, diberangkatkan bertahap hingga pukul 19.00 WIB.

Sedianya, 109 penumpang bertolak menuju Jakarta Rabu pada pukul 06.35 WIB. Setelah ditemukan kerusakan, penerbangan pengganti dilakukan bertahap hingga pukul 19.00 WIB.

Baca juga: Nam Air Kini Terbangi Karimunjawa 3 Kali Sepekan

General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Depati Amir Pangkal Pinang Chuanda mengatakan, pesawat yang mengalami kerusakan saat ini berada di Bandara Depati Amir Pangkal Pinang.

Ia menduga, sejumlah penumpang terlanjur ke bandara pagi harinya karena tidak mengetahui adanya pengalihan pesawat karena masalah teknis.

"Malam harinya sudah diinfokan maskapai kalau ada pengalihan. Mungkin sebagian terlambat dapat kabar," ujar dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Regional
Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Regional
Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Regional
Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Regional
Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Regional
Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Regional
Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Regional
Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Regional
Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Regional
Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Regional
RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

Regional
Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Regional
Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Regional
Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Regional
45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X