6 Fakta Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi UGM, Sepakat Damai hingga Bantuan Dana Pendidikan - Kompas.com

6 Fakta Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi UGM, Sepakat Damai hingga Bantuan Dana Pendidikan

Kompas.com - 06/02/2019, 10:30 WIB
Kampus UGMKOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Kampus UGM

KOMPAS.com — Kasus dugaan pelecehan seorang mahasiswi Universitas Gadjah Mada ( UGM) berinisial AN akhirnya berakhir secara damai. 

AN dan HS sepakat saling memaafkan dan menyelesaikan masalah mereka dengan menandatangani nota kesepakatan di hadapan jajaran rektorat UGM pada hari Senin (4/2/2019).

Pihak kepolisian pun mengapresiasi penyelesaian kasus tersebut. Sementara itu, UGM memberikan bantuan dana pendidikan bagi AN dan biaya konseling kepada AN dan HS. 

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Kasus pelecehan diselesaikan secara damai

Dari kiri ke kanan, Dekan Fakultas Teknik Nizam (menggunakan ikat kepala), Rektor UGM Panut Mulyono, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni Paripurna P Sugarda dan Dekan Fisipol Erwan Agus saat jumpa pers terkait penyelesaian kasus dugaan pelecehan seksual di KKN UGM pada pertengahan 2017 lalu, di ruang Rektor UGM, Senin (4/2/2019).KOMPAS.com / WIJAYA KUSUMA Dari kiri ke kanan, Dekan Fakultas Teknik Nizam (menggunakan ikat kepala), Rektor UGM Panut Mulyono, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni Paripurna P Sugarda dan Dekan Fisipol Erwan Agus saat jumpa pers terkait penyelesaian kasus dugaan pelecehan seksual di KKN UGM pada pertengahan 2017 lalu, di ruang Rektor UGM, Senin (4/2/2019).

Penyelesaian kasus dugaan pelecehan tersebut disepakati oleh HS, AL, dan pihak UGM pada Senin (4/2/2019) dengan menandatangani nota kesepakatan.

"Hari ini telah disepakati penyelesaian peristiwa di KKN antara Saudara HS, AN, dan juga UGM," kata Rektor UGM Panut Mulyono dalam jumpa pers di ruang rektorat, Senin (4/2/2019).

Pertemuan tersebut dihadiri kedua belah pihak, yakni HS dan AN. Selain itu, hadir pula rektor UGM, dekan Fakultas Teknik dan dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, wakil rektor Bidang Kerja Sama dan alumni serta wakil rektor Bidang Pendidikan Pengajaran dan Kemahasiswaan.

"Pihak-pihak terkait dengan kesungguhan hati, ikhlas, dan lapang dada dan saling bersepakat memilih penyelesaian non-litigasi atau penyelesaian internal Universitas Gadjah Mada," katanya.

Baca Juga: Korban Pelecehan Seksual saat KKN UGM Dapat Bantuan Biaya Pendidikan

2. Penjelasan UGM terkait kasus dugaan pelecehan seksual

Ilustrasi pelecehan seksualJupiterimages Ilustrasi pelecehan seksual

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni Paripurna P Sugarda mengatakan, proses penyelesaian ini memakan waktu lama karena kasusnya terbilang sensitif.

"Kita harus mengutamakan aspek prudensial, kehati-hatian untuk seminimal mungkin menimbulkan dampak, terutama psikologis dan dampak-dampak lainya kepada adik-adik yang terlibat dalam kasus tersebut," tuturnya.

Paripurna mengatakan, penyelesaian kasus ini tidak lepas dari peran dekan Fakultas Teknik dan dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang turut serta melakukan pendekatan kepada kedua belah pihak.

"Kami berterima kasih kepada kedua dekan adik-adik ini yang turut serta melakukan pendekatan dan menyadarkan agar segera menyelesaikan kasus ini, melihat ke depan dan mengambil pelajaran dari kasus ini," pungkasnya.

Baca Juga: Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di KKN UGM Diselesaikan Secara Damai

3. Rektor UGM: Saudari AN dan HS sudah sepakat damai

Rektor UGM Panut Mulyono saat menemui wartawan usai memberikan penjelasan kepada Ombudsman RI perwakilan DIY KOMPAS.com / Wijaya Kusuma Rektor UGM Panut Mulyono saat menemui wartawan usai memberikan penjelasan kepada Ombudsman RI perwakilan DIY

Rektor UGM Panut Mulyono mengatakan, dalam pertemuan itu, HS juga menyampaikan permintaan maaf kepada AN secara langsung atas pelecehan seksual di kegiatan KKN UGM pertengahan 2017 lalu.

"Saudara HS mengaku menyesal dan meminta maaf atas perkara yang terjadi pada bulan Juni 2017 kepada pihak saudari AN, disaksikan oleh UGM," tandasnya.

Keputusan penyelesaian ini dituangkan dalam sebuah nota kesepakatan yang ditandatangani HS, AN dan rektor UGM.

"Yang menandatangai nota kesepakatan ini tiga orang, Saudara HS, Saudari AN dan saya sebagai rektor UGM, tanda tanganya bermaterai sehingga sudah sah. Jadi Saudari AN, Saudara HS dan UGM menyatakan bahwa perkara ini sudah selesai," katanya.

Baca Juga: Kapolda DIY Menyambut Baik Perdamaian Kasus Dugaan Pelecehan Mahasiswi UGM

4. Polisi apresiasi penyelesaian kasus secara damai 

Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri Usai Meresmikan Masjid Masjid Baiturrahman, Mapolres Gunungkidul, Selasa (5/2/2019).KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri Usai Meresmikan Masjid Masjid Baiturrahman, Mapolres Gunungkidul, Selasa (5/2/2019).

Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dofiri menyambut baik kesepakatan damai kasus dugaan pelecehan seksual mahasiswi UGM.

"Ini sendiri (kasus dugaan pelecehan mahasiswi UGM) laporannya kami belum ada, kami cuma hanya dimintai UGM, 'ada kasus seperti ini bagaimana pak polisi', dan kita lakukan penyelidikan," kata Dofiri, Selasa (5/2/2019).

Jenderal bintang dua ini berharap, kasus ini tidak perlu diperpanjang jika para pihak sudah menempuh jalur damai.

"Ya ngapain diperbesar, ini masalah mereka berdua, kalau mereka berdua sudah damai apa yang dipermasalahkan, okelah, saya kira bagus itu," ujar Dofiri.

Baca Juga: Penyidik Polda DIY Minta Keterangan 5 Orang dari Lokasi KKN UGM

5. Korban AN mendapat bantuan biaya pendidikan

ilustrasi uang dalam amplop.Thinkstock ilustrasi uang dalam amplop.

Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan dukungan dana pendidikan kepada AN untuk penyelesaian studi.

Dukungan ini setara dengan komponen beasiswa Bidik Misi, yakni berupa bantuan uang kuliah tunggal (UKT) dan biaya hidup.

"UGM memberikan dukungan dana yang dibutuhkan untuk penyelesaian studi Saudari AN," kata Panut Mulyono, Senin (4/2/2019).

Panut Mulyono menjelaskan, dukungan dana yang diberikan UGM untuk AN ini setara dengan komponen beasiswa Bidik Misi.

"Setara dengan komponen beasiswa Bidik Misi, berupa pembiayaan UKT dan bantuan biaya hidup," katanya.

Meski kasus pelecehan seksual di KKN UGM pada Juni 2017 lalu telah diselesaikan secara internal, tetapi AN masih harus menjalani trauma counselling dengan psikolog klinis.

Baca Juga: UGM akan Kirim Surat ke Polisi soal Kesepakatan Penyelesaian Dugaan Pelecehan Seksual di KKN

6. AN dan HS dapat bantuan dana konseling dari UGM

Ilustrasi konselingShutterstock Ilustrasi konseling

Panut mengatakan, UGM juga memastikan akan menanggung biaya yang dibutuhkan keduanya selama menjalani konseling.

"UGM akan memfasilitasi dan menanggung sepenuhnya kebutuhan dana konseling baik untuk Saudari AN maupun Saudara HS ," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus dugaan pelecehan seksual di KKN UGM pada pertengahan 2017 lalu akhirnya diselesaikan secara damai.

Penyelesaian ini disepakati oleh HS, AN dan pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Senin  dengan menandatangani nota kesepakatan.

Baca Juga: Penyidik Polda DIY Minta Keterangan 5 Orang dari Lokasi KKN UGM

Sumber: KOMPAS.com (Wijaya Kusuma)

 



Close Ads X