5 Fakta Erupsi Gunung Karangetang, 112 Warga Dievakuasi hingga Aktivitas Leleran Lava

Kompas.com - 06/02/2019, 08:03 WIB
Gunung Karangetang saat erupsi pada Kamis (20/12/2018) lalu. KOMPAS.com/SKIVO MARCELINO MANDEYGunung Karangetang saat erupsi pada Kamis (20/12/2018) lalu.

KOMPAS.com - Aktivitas Gunung Karangetang di Kabupatan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, terus menunjukkan peningkatan.

Warga di tiga desa di sekitar gunung pun terpaksa dievakuasi oleh petugas. Selain itu, berdasarkan pengamatan petugas leleran lava dari puncak gunung semakin sering terjadi.

Petugas terkait telah menetapkan status Gunung Karangetang menjadi siaga atau level III dan menghimbau warga tak beraktivitas di radius 2,5 kilometer dari puncak kawah gunung. 

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Warga di lereng Gunung Karangetang dievakuasi

Asap tebal akibat leleran lava Gunung Karangetang di Desa Batubulan, melalui Kali Malebuhe, Kecamatan Siau Barat Utara, Senin (4/2/2019).KOMPAS.com/SKIVO MARCELINO MANDEY Asap tebal akibat leleran lava Gunung Karangetang di Desa Batubulan, melalui Kali Malebuhe, Kecamatan Siau Barat Utara, Senin (4/2/2019).

Warga di sekitar gunung yang berada di area Barat laut-Utara dari Kawah 2, di antaranya Desa Niambangeng, Beba, dan Batubulan diminta mengungsi ke tempat yang aman.

"Masyarakat di sekitar Gunung Karangetang yang berada di area Barat laut-Utara dari Kawah 2, di antaranya Desa Niambangeng, Beba dan Batubulan agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran Gunung Karangetang yaitu di luar zona perkiraan bahaya tersebut," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang, Yudia Prama Tatipang seperti dikutip dari rilis tertulis, Selasa (5/2/2019).

Selain itu, petugas menjelaskan, kebutuhan para pengungsi telah dipenuhi untuk sementara.

"Pemerintah daerah (Pemda), TNI-Polri, camat, dan masyarakat, bahu-membahu dalam menghadapi kondisi tersebut," kata Kepala BPBD Sitaro, Bob Wuaten, melalui pesan singkatnya pada hari Senin (4/4/2019) pukul 12.48 WITA.

Baca Juga: Gunung Karangetang Keluarkan Asap, Bau Belerang, hingga Suara Gemuruh

2. Dilarang beraktivitas di radius 2,5 kilometer dari puncak kawah

Guguran lava Gunung Karangetang tampak menghanguskan sejumlah pepohonan yang dilintasinya.Dokumen Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang Guguran lava Gunung Karangetang tampak menghanguskan sejumlah pepohonan yang dilintasinya.
Warga atau wisatawan dihimbau untuk tidak mendekati dan melakukan pendakian di Gunung Karangetang.

"Kemudian tidak beraktivitas di dalam zona perkiraan bahaya yang meliputi radius 2,5 kilometer dari puncak Kawah 2 (utara) dan Kawah Utama (selatan), dan area perluasan sektoral dari puncak ke arah Barat-Baratlaut sejauh 3 kilometer dan ke arah Baratlaut-Utara sejauh 4 kilometer," kata Yudia.

Dirinya juga meminta, warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke laut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belum Dapat Bantuan, Warga Kampar Arungi Banjir untuk Pergi Beli Makanan

Belum Dapat Bantuan, Warga Kampar Arungi Banjir untuk Pergi Beli Makanan

Regional
Skywalker Via Ferrata Mount Parang Angkat Bicara Soal Kecelakaan yang Tewaskan AKPB Andi Nurwandy

Skywalker Via Ferrata Mount Parang Angkat Bicara Soal Kecelakaan yang Tewaskan AKPB Andi Nurwandy

Regional
Tiga Hari Terombang-Ambing di Laut, KM Lady Nathalia Berhasil di Temukan

Tiga Hari Terombang-Ambing di Laut, KM Lady Nathalia Berhasil di Temukan

Regional
Bocah 10 Tahun Asal Bandung Tewas Tenggelam di Pemandian Darajat Pass

Bocah 10 Tahun Asal Bandung Tewas Tenggelam di Pemandian Darajat Pass

Regional
Tiga Bayi Orangutan Ditemukan dalam Kardus di Pekanbaru, Diserahkan ke BBKSDA Riau

Tiga Bayi Orangutan Ditemukan dalam Kardus di Pekanbaru, Diserahkan ke BBKSDA Riau

Regional
Bandara APT Pranoto Samarinda Kembali Operasi Senin, Tim Verifikasi Beri 2 Catatan

Bandara APT Pranoto Samarinda Kembali Operasi Senin, Tim Verifikasi Beri 2 Catatan

Regional
Pasutri Pemilik Biro Umrah Juga Pengelola Ponpes, Janjikan Umrah Gratis ke Puluhan Orang

Pasutri Pemilik Biro Umrah Juga Pengelola Ponpes, Janjikan Umrah Gratis ke Puluhan Orang

Regional
Tipu Ratusan Korban, Keberadaan Suami Istri Pengelola Biro Umrah di Banyumas Masih Misterius

Tipu Ratusan Korban, Keberadaan Suami Istri Pengelola Biro Umrah di Banyumas Masih Misterius

Regional
Bus Rombongan Peziarah Asal Bogor Terbakar di Jalur Cirebon-Ciamis

Bus Rombongan Peziarah Asal Bogor Terbakar di Jalur Cirebon-Ciamis

Regional
4 Fakta Banjir di Dharmasraya: Satu Tewas, Korban Menyelamatkan Diri di Atas Pohon

4 Fakta Banjir di Dharmasraya: Satu Tewas, Korban Menyelamatkan Diri di Atas Pohon

Regional
4 Kejadian Ambruknya Atap Sekolah di Berbagai Daerah: 2 Tewas, Siswa Terpaksa Belajar di Mushala

4 Kejadian Ambruknya Atap Sekolah di Berbagai Daerah: 2 Tewas, Siswa Terpaksa Belajar di Mushala

Regional
94 Warga Diduga Keracunan Makanan Usai Acara Muludan di Sukabumi

94 Warga Diduga Keracunan Makanan Usai Acara Muludan di Sukabumi

Regional
Fakta Baru Hilangnya Bocah di PAUD, Keluarga Temukan Kejanggalan

Fakta Baru Hilangnya Bocah di PAUD, Keluarga Temukan Kejanggalan

Regional
BMKG Selidiki Penyebab Gempa di Talaud

BMKG Selidiki Penyebab Gempa di Talaud

Regional
Jatuh dari Tebing, Jenazah AKBP Andi Nurwandi Dimakamkan Pagi Ini

Jatuh dari Tebing, Jenazah AKBP Andi Nurwandi Dimakamkan Pagi Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X