Seni Liong dan Barongsai, Pemersatu Etnis dan Budaya di Solo

Kompas.com - 05/02/2019, 09:18 WIB
Pertunjukan barongsai sebagai budaya etnis Tionghoa yang ditampilkan dalam Grebeg Sudiro di Solo, Minggu (3/2/2019). KOMPAS.com/LUTHFIA AYU AZANELLAPertunjukan barongsai sebagai budaya etnis Tionghoa yang ditampilkan dalam Grebeg Sudiro di Solo, Minggu (3/2/2019).

KOMPAS.com - Tahun baru Imlek merupakan salah satu hari raya yang dirayakan oleh masyarakat Tionghoa di dunia. Perayaan ini pun tak lepas dari adanya pertunjukan liong (ular naga) dan barongsai (singa).

Kedua jenis hiburan ini sangat menarik tak hanya bagi masyarakat etnis Tionghoa, tapi juga masyarakat secara umum di lingkungan setempat.

Meskipun tarian barongsai ini berasal dari China, namun masyarakat Indonesia tetap senang menyaksikan tarian ini.

"Komunitas ini telah berdiri sejak 1999 di mana ketika itu kesenian liong dan barongsai boleh ditampilkan lagi di era reformasi," ujar Pembina Komunitas Liong Barongsai Tripusaka, Solo, Adjie Chandra kepada Kompas.com pada Minggu (3/2/2019).


Adjie mengatakan bahwa pertunjukan liong dan barongsai pada saat itu hanya penampilan tertentu saja yang boleh ditampilkan.

Kemudian, pada 5 Februari 1999, saat tahun baru Imlek, kesenian liong-barongsai memperoleh keleluasaan untuk menampilkan tariannya di jalanan.

Baca juga: Grebeg Sudiro, Wujud Harmonisasi Pembauran Budaya Jawa-Tionghoa

Adjie juga menceritakan bahwa dia pernah menjadi pembina di salah satu perguruan wushu Solo. Ini membantunya saat bermain barongsai.

"Wushu merupakan olahraga bela diri China yang menjadi dasar supaya orang bisa main barongsai dengan sempurna, karena di wushu kan kuda-kuda sangat diperhatikan," ujar Adjie.

Tak hanya itu, komunitas ini juga mengemban tiga misi yang dijalankan, yakni misi ritual keagamaan tahun baru Imlek, misi olahraga yang ditujukan sebagai penampilan di kejuaraan nasional maupun internasional, dan misi hiburan.

Untuk menampilkan pertunjukkan liong-barongsai dengan baik, anggota komunitas ini berlatih sebanyak tiga kali dalam seminggu.

Adapun anggota dari Komunitas Tripusaka ini terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X