2 Bulan Terakhir Pasien di IGD RSHS Bandung "Overload", Didominasi Pasien DBD

Kompas.com - 04/02/2019, 22:41 WIB
Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Doddy Tavianto tengah menjelaskan kondisi terkini Hani (21) korban penembakan oleh orang tak dikenal yang dirawat di RSHS Bandung KOMPAS.com/AGIEPERMADIKepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Doddy Tavianto tengah menjelaskan kondisi terkini Hani (21) korban penembakan oleh orang tak dikenal yang dirawat di RSHS Bandung

BANDUNG, KOMPAS.com - Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Dody Tavianto mengatakan, pasien yang masuk di ruang IGD sudah melebihi kapasitasnya (overload) sejak dua bulan terakhir.

Dari jumlah pasien yang masuk tersebut, lanjut dia, didominasi oleh pasien dengan diagnosa demam berdarah dengue (DBD).

"Dominasi pasien anak dengan DBD. Sebelum musim hujan, pasien DBD jarang, sekarang saja masuk musim penghujan banyak sekali. Pasien DBD terus berdatangan, terutama anak ya, kira-kira setiap harinya itu sekira 13-25 orang pasien anak yang belum bisa kita pindahkan ke ruangannya, karena anak tidak bisa disamakan dengan orang dewasa ya jadi agak terbatas, tapi mudah-mudahan bisa teratasi," kata Dody, saat ditemui di ruang kerjanya, di RSHS Bandung, Senin (4/2/2019). 

Baca juga: DBD di Jombang 115 Kasus, Pemkab Galakkan Pemberantasan Jentik

Dody menuturkan, pasien DBD dan pasien lainnya ini terus berdatangan selama 24 jam, sementara kapasitas ruangan IGD terbatas. Pihaknya mengusahakan agar pasien ini tidak sampai membludak ke lobi RS.

Dody mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan ruang rawat lain yang ada di RSHS untuk segera memfasilitasi para pasien. 

"Usahakan jangan sampai ke lobi, karena di sini bukan hanya tanggung jawab IGD, tapi juga lintas instalasi. Dalam hal lain kita sudah koordinasi dengan rawat inap, rawat intensif, dan rawat operasi, kita minta fasilitasi pasien cepat masuk ruangan karena mengingat pasien masuk IGD terus-terusan sehingga kita harus cepat pasien keluar dari IGD. Tapi, mudah-mudahan saat ini masih bisa dikendalikan meski harus kerja keras," ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menyebut, meningkatnya pasien yang masuk IGD sudah terjadi dua bulan terakhir. Peningkatan pasien yang masuk IGD mencapai dua hingga tiga kali lipat. 

Baca juga: Penderita DBD 193 Orang dan 4 Meninggal, Pemda Sumba Timur Tetapkan KLB

Hal tersebut, kata dia, dilihat dari jumlah pasien yang pada bulan biasanya sehari mencapai 80-120 pasien, dengan asumsi pasien yang masuk ke ruangan rawat seimbang dengan yang datang ke IGD.

"Ini kan banyak keluar masuk, banyak masuk ruangan tapi yang masuk IGD lebih banyak lagi, itu permasalahannya. Jadi, kalau total pasien masuk IGD itu kalau normal 80-120 pasien, sekarang bisa 160-200 pasien itu ada yang masuk ruangan ada yang pulang," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

Regional
Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Regional
Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Regional
Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Regional
Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.