Tim SAR Hentikan Pencarian Nelayan Hilang di Maluku Tenggara Barat

Kompas.com - 04/02/2019, 20:24 WIB
Tim SAR di Maluku Tenggara Barat menghentikan pencarian terhadap seorang nelayan yang hilang di laut tersebut karena cuaca buruk, Kamis (31/1/2019). Tim Sar berencana akan melanjutkan pencarian pada Jumat besok KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYTim SAR di Maluku Tenggara Barat menghentikan pencarian terhadap seorang nelayan yang hilang di laut tersebut karena cuaca buruk, Kamis (31/1/2019). Tim Sar berencana akan melanjutkan pencarian pada Jumat besok

AMBON, KOMPAS.com - Tim SAR menghentikan pencarian terhadap Alakam Fase, nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Pulau Nuskese, Maluku Tenggara Barat, Senin (4/2/2019).

Kepala Kantor SAR Ambon Muslimin mengatakan, pencarian dihentikan karena batas waktu pencarian yang telah melewati tujuh hari. Penghentian pencarian telah disampaikan ke keluarga korban.

"Operasi pencarian telah dihentikan setelah kita berkoordinasi dengan pihak keluarga korban," kata Muslimin kepada Kompas.com  di Ambon, Senin.

Baca juga: Lagi, Satu Nelayan di Maluku Tenggara Barat Hilang di Laut

Muslimin mengatakan, selama pencarian, Tim SAR tidak menemukan adanya tanda-tanda keberadaan korban. Hal itu juga yang menjadi pertimbangan Tim SAR menghentikan pencarian.

Namun, kata Muslimin, tidak menutup kemungkinan operasi pencarian dilanjutkan jika terdapat petunjuk keberadaan korban.

Baca juga: Cuaca Buruk, Pencarian Nelayan Hilang di Maluku Tenggara Barat Dihentikan

"Selanjutnya akan dilakukan pemantauan, jika ada info atau kabar terbaru terkait korban maka operasi SAR akan dibuka kembali," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Alakam dinyatakan hilang pada Minggu (27/1/2019) setelah perahu yang digunakannya untuk melaut diterjang gelombang tinggi di perairan Pulau Nuskese.

Setelah dilaporkan hilang oleh pihak keluarga, Tim SAR gabungan bersama warga langsung melakukan pencarian. 




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jerinx: Salah Saya Apa Sih, Apa saya Berpotensi Membubarkan IDI?

Jerinx: Salah Saya Apa Sih, Apa saya Berpotensi Membubarkan IDI?

Regional
'Mata Korban Perih Dioles Sambal oleh Pelaku dan Dipukuli...'

"Mata Korban Perih Dioles Sambal oleh Pelaku dan Dipukuli..."

Regional
Satu RT Diisolasi karena 16 Orang Positif Corona, Warga 1 Dukuh Kena Imbas, Tak Bisa Aktivitas

Satu RT Diisolasi karena 16 Orang Positif Corona, Warga 1 Dukuh Kena Imbas, Tak Bisa Aktivitas

Regional
Cemburu kepada Rekan Kerja Berujung Vonis 13 Tahun Penjara

Cemburu kepada Rekan Kerja Berujung Vonis 13 Tahun Penjara

Regional
Jamin Rasanya Enak, Bupati Semarang Minta Beras Bantuan Tak Dijual

Jamin Rasanya Enak, Bupati Semarang Minta Beras Bantuan Tak Dijual

Regional
4 Kantor Pemerintahan di Pemkab Bogor Jadi Klaster Penularan Covid-19

4 Kantor Pemerintahan di Pemkab Bogor Jadi Klaster Penularan Covid-19

Regional
Pesantren Ini Jadi Klaster Baru Corona, 10 Santri Positif Covid-19

Pesantren Ini Jadi Klaster Baru Corona, 10 Santri Positif Covid-19

Regional
2 Rumah Roboh dan Belasan Lainnya Rusak Diterjang Hujan Disertai Angin Kencang di Ngawi

2 Rumah Roboh dan Belasan Lainnya Rusak Diterjang Hujan Disertai Angin Kencang di Ngawi

Regional
Sebanyak 210 KK Mengungsi akibat Banjir Bandang di Sukabumi

Sebanyak 210 KK Mengungsi akibat Banjir Bandang di Sukabumi

Regional
Bentrok Antar-pesilat, Polisi Tahan 6 Tersangka

Bentrok Antar-pesilat, Polisi Tahan 6 Tersangka

Regional
Brigadir DY Cabuli Pelanggar Lalu Lintas, Tergiur Tubuh Korban, Terancam 15 Tahun Penjara dan Dipecat

Brigadir DY Cabuli Pelanggar Lalu Lintas, Tergiur Tubuh Korban, Terancam 15 Tahun Penjara dan Dipecat

Regional
Demi Ujian, Siswa MTs di Lereng Gunung Slamet Ini Jalan Kaki Berburu Sinyal dan Pakai Ponsel Bergantian

Demi Ujian, Siswa MTs di Lereng Gunung Slamet Ini Jalan Kaki Berburu Sinyal dan Pakai Ponsel Bergantian

Regional
6 Fakta Seputar Anggota DPRD Palembang Jadi Bandar Narkoba

6 Fakta Seputar Anggota DPRD Palembang Jadi Bandar Narkoba

Regional
Partai Gelora Koalisi dengan PKS Hanya untuk Pilkada Pangandaran

Partai Gelora Koalisi dengan PKS Hanya untuk Pilkada Pangandaran

Regional
Bantu Pelajar, Masjid dan Sekolah di Agam Dibekali Wifi Gratis

Bantu Pelajar, Masjid dan Sekolah di Agam Dibekali Wifi Gratis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X