Makna di Balik Angpau pada Perayaan Hari Raya Imlek

Kompas.com - 04/02/2019, 20:17 WIB
Warga mengabadikan foto di sekitaran Vihara Dharma Bakti jelang Imlek. Sabtu (2/2/2019). Kompas.com / Tatang GuritnoWarga mengabadikan foto di sekitaran Vihara Dharma Bakti jelang Imlek. Sabtu (2/2/2019).

SERANG, KOMPAS.com - Hari Raya Imlek 2570 sudah di depan mata. Dari berbagai momen yang ada saat Tahun Baru China ini, bisa jadi pembagian angpau adalah hal yang paling ditunggu.

Bagi-bagi angpau saat Imlek sudah menjadi tradisi turun-temurun. Sama seperti tradisi khas Imlek lainnya seperti menghias rumah dengan ornamen warna merah atau menyantap makanan yang manis-manis bersama keluarga.

Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Budi Santoso Tanuwibowo mengatakan, ada makna khusus mengapa saat Imlek ada tradisi bagi-bagi angpau.

"angpau merupakan simbol peduli sesama, bentuk kepedulian dan berbagi kegembiraan antar-sesama terutama yang belum mampu," kata Budi saat dihubungi Kompas.com via telepon, Senin (4/2/2019).

Baca juga: Aneka Tradisi Persiapan Warga Tionghoa Menyambut Imlek...

Bagi-bagi angpau saat Imlek, kata dia, sejatinya dilakukan sejak seminggu sebelum perayaan Imlek, atau saat Hari Persaudaraan.

"Saat hari persaudaraan bukan hanya sembahyang saja, tapi memohon restu dan menyantuni saudara yang akan merayakan Imlek namun dalam kondisi kekurangan, saat inilah tradisi bagi-bagi angpau dilakukan," ujar dia.

Menurut Budi, tradisi bagi-bagi angpau ini sudah berlangsung sejak ribuan tahun silam, dan memang tercatat dalam kitab Agama Konghucu.

Bagi-bagi angpau juga diyakini sebagai hal berbeda, yakni untuk memperlancar rezeki dengan memberi kepada orang lain.

Pemberian untuk orang lain saat Imlek ini tidak hanya berupa uang saja, tetapi juga bisa dalam bentuk makanan.

Baca juga: Tradisi Ruwatan Saat Imlek, dari Melepas Binatang hingga Potong Rambut

Namun saat ini, angpau lebih identik dengan uang dalam amplop berwarna merah. Soal berapa jumlahnya, Budi menyebut tidak ada patokan resmi.

"Itu kan hanya simbol saja, jadi berapa pun boleh, dan tidak ada harus lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan nominal angpau yang diberikan Imlek sebelumya," pungkas dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X