Kompas.com - 04/02/2019, 15:37 WIB
Foto Dokumentasi petugas patroli (KP) Hiu 012, .Kapal KHF 1980 GT. 64,19, GT 63,74 sedang ditarik ke Pelabuhan Lampulo, Banda Aceh dengan menggunakan (KP) Hiu 012 dibawah kendali Pangkalan PSDKP Lampulo, Senin (04/02/2019). KOMPAS.COM/RAJA UMARFoto Dokumentasi petugas patroli (KP) Hiu 012, .Kapal KHF 1980 GT. 64,19, GT 63,74 sedang ditarik ke Pelabuhan Lampulo, Banda Aceh dengan menggunakan (KP) Hiu 012 dibawah kendali Pangkalan PSDKP Lampulo, Senin (04/02/2019).


BANDA ACEH, KOMPAS.com - Petugas patroli dengan menggunakan Kapal Pengawas Perikanan (KP) Hiu 012 di bawah kendali Pangkalan PSDKP Lampulo, menangkap dua kapal ilegal asing (KIA) berbendera Malaysia.

Kedua kapal itu ditangkap saat sedang mencuri ikan dengan menggunakan alat tangkap trawl (pukat tarik), di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia di Selat Malaka.

“Saat ditangkap, kapal berbendera Malaysia itu sedang mencuri ikan di perairan laut Indonesia. Penangkapan (kapal) pencuri ikan asal Malaysia itu dilakukan pada Sabtu (2/2/2019) sekitar pukul 12.45, pada posisi 04.35,083" N-099.23,472" E,” kata Kepala Seksi Operasional Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran PSDKP Lampulo, Herno Adianto, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (4/2/2019).

Baca juga: Curi Ikan di Indonesia, Kapal Ikan Vietnam Berbendera Malaysia Diamankan

Herno mengatakan, kedua kapal itu bernama kapal KHF 1980, GT 63,74 yang dinahkodai oleh Suriyon Jannok (39), serta lima orang anak buah kapal (ABK) warga Thailand.

Kapal berikutnya yakni KHF 2598, GT 64,19, yang dinahkodai oleh Winai Bunphichit (40) dan empat orang ABK, yang juga merupakan warga negara Thailand.

“Kedua kapal ilegal asing berbendera Malaysia itu ditangkap dari lokasi terpisah, mereka menggunakan alat tangkap trawl (pukat tarik), dan di dalam kapal petugas mengamankan barang bukti sejumlah ikan berbagai jenis,” kata dia.

Kedua kapal itu kini masih dalam pengawalan KP HIU 012, dan akan digiring ke pangkalan PSDKP Lampulo.

“Hari ini sedang bekal logistik, diperkirakan hari Rabu (6/2/2019) pagi tiba di Pelabuhan Lampulo,” ujar dia.

Baca juga: TNI AL Amankan Kapal Ikan Vietnam Saat Curi Ikan di Natuna

Nahkoda dan anak buah kapal dari dua kapal ilegal asing berbendera Malaysia itu terancam 6 tahun hukuman penjara dan denda Rp 2 miliar, karena terbukti melakukan penangkapan ikan di wilayah Indonesia tanpa dokumen resmi, serta menggunakan alat tangkap jenis trawl.

Sementara, kapalnya akan disita untuk negara. "Setalah tiba di Pelabuhan Lampulo, nahkoda, ABK dan dua kapal ilegal asing itu akan dilimpahkan kepenyidikan, yang ditangani oleh penyidik PPNS Perikanan,” ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.