Gembong Narkoba asal Perancis, Dorfin Felix, Dilimpahkan ke Kejaksaan

Kompas.com - 04/02/2019, 14:51 WIB
WN Perancis Dorfin Felix setekah tertangkap di hutan Pusuk dan kembali ke sel tahanannya di Rutan Polda NTB, Jumat malam (1/2/2019) KOMPAS.com/FITRI RWN Perancis Dorfin Felix setekah tertangkap di hutan Pusuk dan kembali ke sel tahanannya di Rutan Polda NTB, Jumat malam (1/2/2019)

MATARAM, KOMPAS.comGembong narkoba asal Perancis, Dorfin Felix, yang sempat kabur dari tahanan Polda NTB, dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi, Senin (4/2/2019).

Memakai baju tahanan dan tangan diborgol, Dorfin dibawa dari Markas Polda NTB menggunakan mobil tahanan menuju kantor Kejaksaan Tinggi NTB.

Sampai di Kejaksaan, Dorfin lalu digelandang petugas Polda NTB menuju salah satu ruangan untuk proses pelimpahan ke kejaksaan.

"Agendanya adalah pelimpahan tahap kedua yang seharusnya diserahkan hari Senin waktu lari itu. Karena dia lari, jadi sekarang diserahkan setelah ditangkap," ujar Kasubdit I Ditres Narkoba Polda NTB, AKBP Sumaedi kepada wartawan seusai pelimpahan di Kejaksaan Tinggi NTB, Senin.

Sumaedi mengatakan, saat ini berkas perkara telah dinyatakan lengkap oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Baca juga: 5 Fakta Penangkapan WN Perancis Dorfin Felix, Tertangkap di Hutan hingga Coba Suap Polisi Lagi

Proses selanjutnya, Dorfin dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi NTB bersama dua koper berisi barang bukti kepemilikan narkoba.

"Sudah diperiksa tadi di kejaksaan tinggi, kemudian pemeriksaan barang-barang terkait dengan narkoba itu diperiksa di pengadilan negeri. Setelah pengadilan negeri, baru dibawa ke LP," katanya.

Sumaedi menyatakan, barang bukti yang diperiksa berkaitan dengan narkoba antara lain MDMA dan prekusor-prekusor narkotika yang disita sebelumnya.

Sementara itu, barang-barang lain, antara lain pakaian serta sejumlah mata uang euro, dollar, dan ringgit, telah dikembalikan kepada Dorfin.

Baca juga: WN Perancis Dorfin Felix Kembali Tertangkap, Sempat Mau Sogok Polisi dan Bunuh Diri

Sumaedi menambahkan, Dorfin dijerat dengan Pasal 112, 114, 127, dan 131 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Ancaman hukumannya seumur hidup sampai hukuman mati," tutup Sumaedi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X