Sudah Diam Selama 4 Tahun, Jokowi Bilang Kini Saatnya Dia Jawab Semua Fitnah

Kompas.com - 03/02/2019, 17:35 WIB
Calon presiden nomor urut 01, Jokowi menyapa para relawan sedulur kayu dan mebel di De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (3/2/2019).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Calon presiden nomor urut 01, Jokowi menyapa para relawan sedulur kayu dan mebel di De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (3/2/2019).

SOLO, KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo ( Jokowi) mengeluhkan banyaknya fitnah di mana-mana, terutama di media sosial (medsos) yang menyerang dirinya.

Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadiri deklarasi Sedulur Kayu dan Mebel Jokowi di De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (3/2/2019).

"Karena yang terjadi sekarang ini adalah, banyaknya semburan-semburan fitnah di mana-mana, terutama di medsos dan juga di darat. Yang terjadi adalah semburan-semburan kebohongan yang ada di mana-mana, yang terjadi adalah semburan-semburan kedustaan yang ada di mana-mana. Yang benar dibalik menjadi salah, yang salah dibalik menjadi hal yang benar," kata Jokowi.

Baca juga: Jokowi: Masa Disuruh Halus Terus, Boleh Lah Keras Sedikit...

Jokowi mengatakan, selama empat tahun dirinya diam dan tidak menjawab tudingan-tudingan yang ditujukan terhadapnya.

"Sebenarnya saya sudah empat tahun diam, tidak menjawab. Saya hanya ingin kerja saja dari pagi sampai pagi, dari pagi sampai tengah malam. Tapi sudah saatnya saya harus menjawab," kata Jokowi.

"Jangan sampai dipikir mentang-mentang dipikir saya sabar dihina-hina, dimaki-maki, direndahkan seperti itu, dipikir saya penakut. Saya sampaikan berkali-kali tidak ada rasa takut sekecil yang hinggap di hati saya untuk kepentingan bangsa ini, untuk kepentingan rakyat, untuk kepentingan negara," kata mantan Wali Kota Solo itu.

Baca juga: Hadiri Deklarasi Para Pengusaha Mebel, Jokowi Teringat Profesinya di Masa Lalu

Jokowi juga mengatakan bahwa ia dituduh sebagai antek asing. Padahal, pada 2015 Blok Mahakam yang lebih dari 50 tahun dikelola Perancis dan Jepang, sudah diambil alih dan diberikan 100 persen kepada PT Pertamina (Persero).

"Pertanyaan saya, antek asingnya di mana?" tanya Jokowi disambut gelak tawa para relawan.

Blok Rokan yang dikelola Chevron perusahaan asal Amerika Serikat sudah lebih dari 90 tahun, sambung Jokowi pada 2018 dimenangkan PT Pertamina (Persero) 100 persen.

Terakhir, kata Jokowi, PT Freeport yang sudah dikelola lebih dari 40 tahun oleh Freeport-McMoran pada Desember 2018 sebesar 51,2 persen dikuasai Pemerintah Indonesia.

"Pertanyaan saya yang antek asing siapa? Yang anteng asing siapa? Jangan begitu dong. Maksudnya jangan nunjuk-nunjuk orang lain antek asing, padahal dia antek asing itu sendiri," kata Jokowi. 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X