Ratusan Nelayan Donggala Protes Aturan Kemenhub soal Pelabuhan

Kompas.com - 03/02/2019, 14:56 WIB
Ratusan nelayan dan buruh pelabuhan Donggala turun ke jalan, menolak adanya Peraturan Kementerian Perhubungan tentang administrasi pelabuhan, Jumat (1/2/2019) IstimewaRatusan nelayan dan buruh pelabuhan Donggala turun ke jalan, menolak adanya Peraturan Kementerian Perhubungan tentang administrasi pelabuhan, Jumat (1/2/2019)

PALU, KOMPAS.com – Ratusan nelayan dan buruh di Donggala, Sulawesi Tengah, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Donggala, Jumat (1/2/2019).
 
Dalam aksi unjuk rasa itu, para nelayan memprotes peraturan Kementerian Perhubungan Nomor 76 Tahun 2018 tentang administrasi pelabuhan yang disatukan dengan kantor kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan di Kota Palu.
 
Aturan itu dianggap menyusahkan para nelayan karena mereka harus menempuh jarak yang cukup jauh ke kantor Kesyahbandaran Palu hanya untuk mengurus administrasi perkapalan. Sebelumnya, proses administrasi perkapalan dilakukan di Pelabuhan Donggala yang jaraknya lebih dekat
 
Nelayan menuntut otoritas administrasi dikembalikan ke Pelabuhan Donggala.
 
“Tapi setelah dipindahkan ke Palu, luar biasa susah dan repotnya, dipimpong ke sana kemari. Dana yang kami keluarkan untuk pengurusan administrasi juga tidak sesuai dengan kuitansi," kata salah satu nelayan, Marwan, di depan Kantor Bupati Donggala, Jumat.
 

Marwan mengatakan, dengan adanya aturan itu, hanya untuk mengurus administrasi saja para nelayan terpaksa menempuh perjalanan lebih kurang satu setengah jam menuju Kota Palu. Rutinitas ini sudah dilakukan warga selama satu tahun belakangan.
 
Selain itu, Marwan mengatakan besaran dana yang dikeluarkan nelayan untuk mengurus adminitrasi  bervariasi. Beberapa nelayan diminta membayar Rp 700.000 hingga Rp 800.000.
 
 
Hal itu sangat berbeda dibanding saat pengurusan dokumen kapal dilakukan di Pelabuhan Donggala. Para nelayan mendapat kemudahan dan pelayanan yang lebih cepat. 
 
Para nelayan dan buruh pelabuhan diterima langsung oleh Bupati Donggala Kasman Lassa. Kepada para nelayan, Kasman mengaku kecolongan dengan peraturan Kemenhub itu. Kasman berjanji akan membawa keluhan para nelayan langsung ke Kementerian Perhubungan.
 

“Saya sudah dengar apa yang bapak-bapak sampaikan. Aspirasi dari para nelayan dan buruh pelabuhan ini akan saya sampaikan langsung ke pusat, untuk segera ditindaklanjuti,” kata Kasman.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Risma Pimpin Operasi Penertiban Masker: Yang Sakit Sudah Ribuan, Jangan Ditambah Lagi

Risma Pimpin Operasi Penertiban Masker: Yang Sakit Sudah Ribuan, Jangan Ditambah Lagi

Regional
Diterjang Banjir Bandang, Jalanan di Masamba Dipenuhi Lumpur

Diterjang Banjir Bandang, Jalanan di Masamba Dipenuhi Lumpur

Regional
Tidak Terapkan Protokol Covid-19, Seluruh Pantai Selatan Malang Ditutup

Tidak Terapkan Protokol Covid-19, Seluruh Pantai Selatan Malang Ditutup

Regional
Ribut-ribut Rapat Pleno DPD Golkar Sumut, Ini Duduk Perkaranya

Ribut-ribut Rapat Pleno DPD Golkar Sumut, Ini Duduk Perkaranya

Regional
Pria Ini Berani Bawa Wanita ke Kamar Hotel, Giliran Bayar Ternyata Pakai Uang Palsu

Pria Ini Berani Bawa Wanita ke Kamar Hotel, Giliran Bayar Ternyata Pakai Uang Palsu

Regional
Satu Orang Tewas Terseret Banjir Bandang di Masamba

Satu Orang Tewas Terseret Banjir Bandang di Masamba

Regional
Artis H Dibayar Rp 30 Juta Sekali Kencan, Baru Terima Rp 20 Juta Saat Dibekuk Polisi

Artis H Dibayar Rp 30 Juta Sekali Kencan, Baru Terima Rp 20 Juta Saat Dibekuk Polisi

Regional
Bupati Wonogiri Minta KBM Santri Seluruh Pesantren Ditiadakan

Bupati Wonogiri Minta KBM Santri Seluruh Pesantren Ditiadakan

Regional
Banjir Bandang di Masamba akibat Sungai Meluap, Puluhan Warga Mengungsi

Banjir Bandang di Masamba akibat Sungai Meluap, Puluhan Warga Mengungsi

Regional
Kasus Artis H, Polisi Periksa 3 Saksi, Dalami Mucikari yang Menawarkan ke Pengusaha A

Kasus Artis H, Polisi Periksa 3 Saksi, Dalami Mucikari yang Menawarkan ke Pengusaha A

Regional
Penelitian USU: Ekstrak Ikan Gabus Bisa Percepat Penyembuhan Pasien Covid-19

Penelitian USU: Ekstrak Ikan Gabus Bisa Percepat Penyembuhan Pasien Covid-19

Regional
Ekonomi Terdampak Covid-19, Ekspor Kapulaga Sumut Malah Naik hingga Tembus ke 3 Negara

Ekonomi Terdampak Covid-19, Ekspor Kapulaga Sumut Malah Naik hingga Tembus ke 3 Negara

Regional
Sanksi Penumpang Tak Pakai Masker di Terminal Tirtonadi Solo: Baca Teks Pancasila hingga Push Up

Sanksi Penumpang Tak Pakai Masker di Terminal Tirtonadi Solo: Baca Teks Pancasila hingga Push Up

Regional
Sentuhan Warna-warni di Geladak Perahu Balai Keling Gresik

Sentuhan Warna-warni di Geladak Perahu Balai Keling Gresik

Regional
Tes Swab Kedua, Jumlah Pasien Positif Corona di Secapa AD Terus Berkurang

Tes Swab Kedua, Jumlah Pasien Positif Corona di Secapa AD Terus Berkurang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X